Planpandemi Versus Murottal == Taqdir Tuhan

HEADLINE OPINI

Oleh: Rinaldi Rais/RR *)

Kamu bisa mengalahkan 33 orang pintar hanya dengan satu fakta, tetapi kamu tidak bisa mengalahkan satu orang bodoh dengan 33 fakta sekalipun. Meme tertulis B.J Habibie, Presiden ke-3 Republik Indonesia yang teknokrat itu menyentak knowhow terdalam penulis terkait kekinian Indonesia.

Apalagi presenter Najwa Shihab dalam media sosial menanggapi planpandemi, katanya, “Kita bukan bodoh tapi dibodohkan, kita tidak miskin tapi dimiskinkan oleh sebuah sistem”. Jadi, simpulnya, “Waspada boleh, Takut juga boleh, Tapi tidak perlu berlebihan sampai ketakutan akut/depresi, Sebab itu akan mempengaruhi imun kita menurun drastis/drop.”
Bagi segelintir orang, tentu, situasi serupa kini bukanlah ujug-ujug. Pandemi Covid-19 mulai Wuhan, Tiongkok, menerobos batas negara; kendati si-virus seukuran 150 nanometer itu Ga Mampu menembus Beijing sebagai kota pusat kekuasaan politik Tiongkok. Atau, kota-kota pusat industri (ekonomi) seperti Shenzhen, atau Guangzhou.
Indonesia pun bukan tersasar tanpa sebab. Diawali kabar dari Kota Depok, Maret 2020, yang menyebar ke pelosok-pelosok negeri. Bukan cuma corona virus disease (covid19), Tiongkok juga menebar utang untuk membangun infrastruktur plus pekerja & bukan pekerja. Mereka masuk selalu bertepatan dengan penerapan lockdown melalui istilah berbeda-beda demi menyiasati konsekuensi tanggungjawab negara atas kebutuhan konsumsi harian anak-negeri.
Tetiba, beredar secarik form berkop badan dunia PBB urusan kesehatan alias WHO terkait klasifikasi covid19 dus penanganan akhir hingga 31 Maret 2025. Padahal Indonesia tengah mempersiapkan penyambutan Bonus Demografi sebagai puncak ledakan penduduk.
Bagi sejumlah negeri berpemimpin muslim berinisiatif melawan Ghazwul Fikri itu demi naikkan imun dengan iman. Sultan Hasanal Bolkiah dari Brunei Darussalam, juga ErTe Erdogan Presiden Turki, sama menyerukan perkuat keimanan & kembali ke Al-Qur’an & Al-Hadits. Bahkan, banyak toko Yahudi di Israel, viral di media sosial, menyetel rekaman Murottal sebagai suara lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an Karim konon diyakininya mampu mengusir corona virus.
Indonesia memang bukan Brunei, walau hanya berbatas daratan Kalimantan. Apalagi dibanding Turki. Yups, dua negara itu memang tidak kenal seni pewayangan. Keduanya cuma mendaulat sang pemimpin Muslim untuk menerapkan Islam yang Rahmatan Lil’Alamin, barokah hidup bersama dalam kemakmuran.
Tetapi mengapa gonjang-ganjing Nusantara begitu masif merusak tatanan ke-indonesia-an yang Pancasila & UUD 1945 asli? Sekilas, benar asumsi Najwa Shihab juga teknokrat BJ Habibie bahwa segelintir boneka tega menguliti anak cucu seketurunannya kelak HANYA demi syahwat pribadi. Para boneka itu tanpa sadar, bahkan diperparah berkesadaran penuh, justru bangga dilabeli Pengkhianat Negeri yang Melupakan Karma asal terpuaskan dendam kesumat.
Penulis pun jadi ingat Firman Allah SWT, “Dan musibah apa pun yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah SWT memaafkan banyak (kesalahan-kesalahanmu). QS 42:30. Wallahu’alam Bisshowab. (Wartawan Al-Faqir*)

Tagged

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *