Korea Utara Tolak Bantuan AS

HEADLINE INTERNASIONAL

JAKARTANEWS.ID – PYONGYANG: Korea Utara tidak tertarik terhadap bantuan dari Amerika Serikat. Namun negara ini telah menerima bantuan terbatas dari China dan Rusia.

Korea Utara menolak bantuan kemanusiaan dari Amerika Serikat. Alasannya bantuan itu adalah skema politik jahat yang digunakan untuk menekan negara lain.

Pernyataan tersebut dilontarkan oleh Kang Hyon Chol, peneliti senior di asosiasi untuk promosi pertukaran ekonomi dan teknologi internasional. Lembaga itu berafiliasi dengan Kementerian Luar Negeri Korea Utara.

Sebelumnya Kementerian luar negeri Korea Utara mengkritik bantuan AS di situs resmi pada hari Minggu, 11 Juli 2021. Kritik itu adalah indikasi yang jelas dan mencerminkan pemikiran pemerintah.

Kang Hyon Chol menyoroti bantuan AS di negara-negara lain di dunia. Ia menghubungkan bantuan tersebut dengan tujuan kebijakan luar negeri atau tekanan pada masalah hak asasi manusia.

“Ini dengan jelas mengungkapkan bahwa niat tersembunyi Amerika untuk menghubungkan bantuan kemanusiaan dengan masalah hak asasi manusia adalah untuk melegitimasi tekanan terhadap negara-negara berdaulat dan mencapai skema politik jahat mereka,” tulis Kang.

Di antara contoh yang disebutkan adalah menurunnya bantuan Amerika kepada pemerintah di Afghanistan. Amerika Serikat akan menarik pasukannya yang terakhir dalam beberapa minggu mendatang.

“Dalam praktik sebenarnya banyak negara telah mengalami rasa pahit sebagai akibat dari menggantungkan banyak harapan pada bantuan dan bantuan kemanusiaan Amerika,” kata Kang.

Para pejabat Amerika mengatakan mereka mendukung bantuan kemanusiaan ke Korea Utara. Namun Amerika Serikat tidak berencana memberikan bantuan langsung.

Bantuan juga ditawarkan Korea Selatan yang berjanji akan menyediakan vaksin virus corona jika diminta. Beberapa analis berpendapat bahwa bantuan asing semacam itu dapat membuka peluang untuk melanjutkan pembicaraan diplomatik dengan Korea Utara, yang telah menolak sebagian besar tawaran dari Seoul dan Washington sejak 2019.

Kementerian Unifikasi Korea Selatan, yang menangani hubungan dengan Korea Utara, mencatat artikel itu bukan pernyataan resmi. Pemerintah juga akan terus mencari cara untuk bekerja sama dengan Pyongyang untuk memastikan kesehatan dan keselamatan di kedua Korea. (Amin)

Tagged

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *