Terlambat, Sesal Kemudian Kembali Terjajah ?

HEADLINE OPINI

Catatan Tercecer RR ke-30

Oleh: Rinaldi Rais/RR *)

Kuuulihat Ibu Pertiiiwi, Sedang Bersusah Hati…Kiiini Ibu Sedang Laaara, Merintih dan Berdoa. Penggalan lagu patriotik nasional berjudul “Ibu Pertiwi” itu boleh dibilang sah mirip Indonesia kekinian. Seniman Ismail Marzuki, dan komposer Kamsidi Samsudin pada 1908, tentu bukan kaleng-kaleng dalam mencipta & berkolaborasi menyusun lirik lagu keprihatinan itu.
Yups, para pejuang cita-cita Kemerdekaan Republik Indonesia itu mengungkapkan kepedihan manakala kekayaan anugerah Illahi Robbi dalam kemaritiman, hamparan lahan subur, hingga Isi Perut Bumi yang dikandung Ibu Pertiwi, dikuras asing Sang Penjajah.
Pelan tapi pasti, kebaikan hati para anak bangsa mengubah pola kerjasama perdagangan menjadi agresi militer Sang Penjajah. Atau, memang, bibit-bibit serakah efek lama terjajah telah mengkondisikan penghianat-penghianat nasionalis, dimanfaatkan asing untuk adu domba.
Alhasil, anak-anak bangsa hingga kini selalu hidup dalam keterasingan di rumah sendiri. Berkesinambungan? Eits, hanya diselingi jeda semasa Orde Lama pimpinan Soekarno & Orde Baru digawangi Soeharto seperti menikmati masa orientasi Demokrasi Pancasila.
Orde Reformasi sejak Mei 1998 pun sukses mengubah pola “keterkungkungan politik” bias menuju bebas merdeka, yang kini berujung sarkastis Orde Repot Nasi. Di tengah pergantian presiden mulai BJ Habibie, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Megawati Soekarnoputri, Soesilo Bambang Yudhoyono, dan Joko Widodo periode 2014-2024.
Derita keterjajahan anak negeri mengulang dalam versi lain, terakumulasi dalam pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat. Menyusul utang infrastruktur kepada Tiongkok, berimbas utang luar negeri per akhir Mei 2021 sebesar US$ 415 miliar setara Rp 6.018,74 trilyun seperti catatan Bank Indonesia, Jumat (16/7).
Kemerosotan Kekuasaan itukah yang menyebabkan Negeri +62 ini dijuluki Sickman of Asia, menggantikan gelar Tiongkok akhir Abad ke-19 dan Turki awal Abad ke-20? Menyusul evakuasi warga asing oleh negaranya seperti Singapura, Uni Emirat Arab, Amerika Serikat, & Jepang, di tengah catatan tinggi angka terpapar & kematian efek covid-19.
Tetiba, ratusan bahkan ribuan warga Tiongkok bertahap memasuki banyak pintu Bandara di tengah pengetatan PPKM sejak isu pandemi covid19 diberitakan Maret 2020. Menyusul kabar Kementerian Komunikasi & Informasi soal 2.567.630 terkonfirmasi covid19 dan 2.119.478 sembuh di antara 271.349.889 penduduk Indonesia, sesuai data Sensus Penduduk 2020. “Sepanjang 16 bulan periode Maret 2020 hingga Senin (12/7/2021),” ujar Dedy Permadi, jubir Kemenkominfo dalam keterangan pers via kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (12/7).
Tetiba pula viral dakwah Emha Ainun Nadjib. “Kalian ini pemimpin Indonesia, yang mana yang nggak Sengkuni? Terus kalian menjadi Sengkuni atas penderitaan apa?” “Kamu atas nama penderitaan yang bagaimana sehingga jahat pada rakyat itu! Apa alasan sejarah mu! Kalau Sengkuni ada alasan untuk jahat, walau tidak sejahat kamu kepada rakyat.” “Nah ini Indonesia ini kamu itu menderita apa, sehingga kamu kejamnya begitu rupa kepada rakyat…”
Dakwah, lebih tepatnya sense of crisis, Sang Cendekiawan Muslim itu pun mengalir diiringi backsound lagu “Ibu Pertiwi” dengan teks akhir: Lekas Sembuh Bumi Pertiwi. (Wartawan Al-Faqir *)

Tagged

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *