Corruptors Fight Back, Jaksa Agung: Jangan Takut. Saya Akan Jaga Kalian

HEADLINE HUKRIM

Nasib Dana Hibah Sumsel dituntaskan? 

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: ” Jangan Takut. Jangan Gentar. Saya akan menjaga kalian selama Saudara sekalian bekerja secara Baik.”

Pernyataan tegas dan mengayomi ini disampaikan Jaksa Agung ST. Burhanusdin saat membuka Rakernis Pidana Khusus secara Virtual, dari ruang kerjanya,  Di Gedung Menara Kartika Adhyaksa, Kejaksaan Agung, Rabu (15/9).

Burhanuddin merasa perlu  menyampaikan sikap tersebut, sebab akan banyak muncul hambatan. Bahkan,  belakangan ini muncul tren Corruptors Fight Back saat perang melawan korupsi makin keras.

“Kiprah Kejaksaan adalah wajah pemerintah dan Kiprah Kejaksaan adalah wajah kepastian hukum Indonesia di mata rakyat dan di mata internasional, ” katanya mengutip pesan Presiden dalam Rakernis Pidsus 2020.

Namun demikian, Jaksa Agung berpesan kepercayaan Pemerintah tidak membuat berbangga hati dan berpuas diri.

“Masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan,” akhirinya.

DANA HIBAH SUMSEL

Burhanuddin tidak menjelaskan lebih lanjut pekerjaan rumah dimaksud,  tentu dibalik keberhasilan menangani Skandal Jiwasraya dan kini,  Skandal Asabri juga ada sejumlah perkara besar, besar orang dan besar perkaranya.

Seperti kasus Victoria yang diduga merugikan negara sekitar Rp418 miliar dan masuk dalam perkara BLBI,  sejak 2015 sampai kini “tertidur” pulas, di Gedung Bundar.

Perkara,  yang ditangani oleh Sugeng Purnomo (Koordinator,  kini Deputi Hukum dan HAM) sejak Jampidsus Alm. Arminsyah,  M. Adi Toegarisman dan kini Ali Mukartono belum ada tanda dituntaskan.

Padahal, sudah ada 4 tersangka, termasuk Mantan Kepala BPPN Syafruddjn Temenggung. Dua lain,  Komisaris dan Direksi PT. Victoria Sekuritas Indonesia Suzana Tanojo dan Rita Rosela. Serta, Haryanto Tanudjaja (Analis Kredit BPPN).

Sejak, Suzana, Rita dan Haryanto buron 2016 seiring dicegahnya Taipan Mu’min Ali Gunawan dan terakhir,  dicabut sebab tidak ada keterlibatannya belum ada langkah kongkrit,  cabur paspor atau melaporkan ke Interpol.

Belum lagi, kasus Dana Hibah (dan Bansos)  Sumsel sejak Sprindik 15 Mei 2017, puluhan saksi diperiksa tidak ada kelanjutannya. Sedangkan dua tersangka lain sudah berkekuatan hukum tetap.

Juga, nasib Sprindik kasus dugaan pembobolan Bank BTN Kuningan oleh PT. BMI, yang diterbitkan November 2019, serta nasib 7 tersangka kasus BTN Gresik dan Semarang dan 6 tersangka kasus Bank Mandiri Surakarta.

“Sudah saatnya, Kejaksaan tuntaskan agar tidak menjadi Dark Number dan Trust dapat diperoleh.  Saya percaya  integritas Jaksa Agung,  Jampidsus untuk menuntaskan, ” tukas Pegiat Anti Korupsi Boyamin Saiman secara terpisah. (ahi)

Tagged

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *