Koloborasi dengan Bety Kuras Duit Asabri

HEADLINE HUKRIM

Saham SUGI Bukan Saham Liquid 

JAKARTANEWS.ID -JAKARTA: Edward Seky Soerydjaja (EES)  resmi dijadikan tersangka Skandal Asabri bersama Bety (B)  dan Rennier Abd. Rahman Latief.  RARL).

Bagaimana peran sehingga putra Om Williem, Pendiri Astra Motor harus berurusan lagi dengan Gedung Bundar paska 2018 jadi tersangka Dapen Pertamina.

Kapuspenkum Leonard EE. Simanjuntak mengungkapkan berawal  sekitar tahun 2012 ada pertemuan antara Direksi PT. Asabri dengan ESS, dan B terkait dengan rencana penjualan saham SUGI (PT. SUGIH ENERGI, Tbk).

Menindaklanjuti pertemuan tersebut, ESS meminta bantuan B selaku Komisaris PT. Millenium Danatama Sekuritas dan LAC selaku Pemilik PT. Millenium Capital Management untuk menjual saham SUGI.

Kesepakatannga,  jika B dapat menjual 1 lembar saham SUGI maka akan mendapatkan 2  lembar saham SUGI;

” B yang mengelola saham SUGI aktif, lalu  melakukan transaksi diantara nominee-nomineenya sendiri sehingga berhasil menaikkan harga saham SUGI,” tuturnya,  di Jakarta,  Selasa (14/9) malam.

Atas keberhasilan itu Bety kemudian diberikan saham SUGI oleh ESS sebanyak 250.000.000.000 lembar yang transaksinya dilakukan secara Free Of Payment (FOP) melalui Nominee ES di Millenium Danatama Sekuritas.

JUAL KE ASABRI

Sekitar tahun 2013 – 2015 setelah berhasil menaikkan harga saham SUGI melalui nominee-nomineenya di PT. Millenium Danatama Sekuritas, Bety seterusnya  menjual saham SUGI kepada PT. Asabri (persero).

“Karena saham SUGI tidak memiliki fundamental yang baik dan bukan merupakan saham yang Liquid sehingga mengalami penurunan harga. ”

Saat saham SUGI mengalami penurunan harga sampai Rp. 140/lembar, lalu PT. Asabri bekerjasama dengan 4 Manajer Investasi memindahkan saham SUGI dari portofolio saham PT. Asabri menjadi underlying portofolio reksadana milik PT. Asabri.

Masing-masing, di reksadana Guru, reksadana Victoria Jupiter, Reksadana Recapital Equity Fund, Reksadana Millenium Balanced Fund dan Reksadana OSO Moluccas Equity Fund tidak dengan harga pasar wajar, tetapi dengan harga perolehan.

“Sisa saham SUGI yang masih ada di portofolio saham PT. Asabri kemudian dijual dibawah perolehan (cutloss) pada PT. Tricore Kapital Sarana, “beber Leonard. (ahi)

Tagged

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *