Lagi, Asabri Beli Saham SIAP Tanpa Analisa 

HEADLINE HUKRIM

Jual-Beli Saham Dalam Satu Grup 

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Peran tersangka Rennier AR. Latief nyaris sama denhan Edward S. Soeryadjaja dan Bety Halim,  dalam menguras duit PT. Asabri. 

Tentunya, dengan kemudahan dari oknum Manajemen PT. Asabri langsung atau tidak langsung.

Leonard EE. Simanjuntak, Kapuspenkum  menceritakan kasusnya berawal saat PT. Sekawan Intipratama, Tbk (SIAP) dimana Rennier sebagai Komisaris,  melakukan penawaran perdana saham SIAP pada tahun 2008.

Lalu,  pada tahun 2014 melakukan Penawaran Umum Terbatas I dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu sehingga sejak saat itu Fundamental Resources menguasai 99,74 % saham SIAP.

“Tersangka merupakan Beneficial owner dari Fundamental Resources dan PT. Indo Wana Bara Mining Coal (IWBMC),” ungkapnya, di Jakarta, Selasa (14/9).

Dijelaskan, setelah Penawaran Umum Terbatas I kemudian Fundamental Resources memutasi saham kepada pihak-pihak yang terafiliasi dengannya,  diantaranya kepada PT. Evio Securities dengan instruksi Delivery Free Of Payment (DFOP).

“Transaksi baik, jual maupun beli saham SIAP dilakukan diantara anggota Group tersangka  melalui PT. Evio Securities sehingga terjadi binit up atas saham dan terjadi wash sale sehingga seolah-olah terjadi pergerakan harga saham.”

TIDAK LAYAK

Leonard mengungkapkan saham SIAP pernah dihentikan sementara perdagangannya (di-suspend)  oleh BEI pada  24 September 2014 dan 6 Februari 2015.

“Dalam artian, saham SIAP sebenarnya tidak layak untuk di Investasikan.”

Lagi-lagi  tanpa analisa,  PT. Asabri pada 2014 – 2015 melakukan pembelian saham SIAP melalui PT. Evio Sekuritas melalui di pasar negosiasi dengan harga Rp. 170/lembar sampai dengan Rp. 415/lembar.

“Pembelian saham SIAP pada bulan Desember 2014 dilakukan pada saat harga tinggi dan setelah itu mengalami penurunan harga,” akhiri Leonard.  (ahi)

Tagged

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *