Pengacara Berharap Paminal Patuhi Perintah Kapolda Metro Tindak Tegas Oknum Nakal 

HUKRIM

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Sejumlah pengacara dari LQ Indonesia Lawfirm menyambut baik sikap tegas Kapolda Metro Jaya yang memberikan perintah kepada petugas Pengamanan Internal (Paminal) agar bertindak tegas terhadap oknum yang nakal. Namun sebaliknya mereka juga merasa pesimis apakah instansi tersebut siap menjalankan perintah dengan sebaik-baiknya 

Sebagaimana telah beredar video yang menyajikan Kapolda Metro Irjen Pol Drs M. Fadil Imran memberi pengarahan  kepada jajarannya. “Paminal, kau jangan takut blender orang. Bilang itu perintah saya. Biarin, kencing di celana semua polisi yang kurang ajar,” ucap Fadil Imran dalam video yang dikutip media, pada Selasa (14/9). Dalam video berdurasi 15 detik itu, Fadil meminta anak buahnya yang bertugas di Paminal untuk tegas kepada polisi yang  tidak disiplin.

Kabid Humas LQ Indonesia Lawfirm Sugi berharap agar Paminal menindaklanjuti perintah Kapolda.

“Kami juga berharap agar kasus klien kami tentang investasi bodong ditindaklanjuti oleh Paminal sebaik-baiknya karena patut diduga ada oknum penyidik berupaya bermain di balik kasus ini dengan cara menolak permohonan pencabutan Laporan Polisi (LP) dari klien kami,” ujar Sugi di Jakarta, Rabu (15/9).

Sugi menambahkan sikap petugas yang menolak permohonan cabut LP dari kliennya berdalih tidak semua korban dari perusahaan investasi MPIP setuju dengan langkah tersebut. Menurutnya, tidak ada alasan bagi penyidik menolaknya,  apalagi antara klien dan perusahaan  MPIP sudah bersepakat damai. Hal itu dibuktikan bahwa pihak MPIP sudah menyerahkan  ganti rugi yang dicatatkan di notaris. Ganti rugi tersebut akan diserahkan jika klien telah mencabut LP yang dibuktikan dengan terbitnya SP3 dari Polda Metro Jaya.

Berhubung permohonan SP3 ditolak, maka pihak MPIP berbalik melaporkan klien atas dugaan penipuan dan penggelapan.

“Untuk itu,  kami mendesak agar Paminal bertindak tegas terhadap oknum penyidik yang mempersulit klien kami dengan tujuan mencari keuntungan pribadi,” papar Sugi. Menurutnya, patut diperiksa semua lini.

Advokat Alvin Lim, SH, MSc, CFP, CLA  yang juga Ketua Pengurus LQ Indonesia Lawfirm menyatakan para korban MPIP  hingga hari ini belum ada kepastian hukum.

“Tolong dong disentuh kasus ini karena melibatkan kerugian ekonomi yang besar sekali mengingat korbannya ribuan orang,” katanya. Ia juga menyesalkan kasus yang telah memakan waktu selama 17 bulan, namun pihak penyidik belum bisa menghadirkan bos MPIP selaku terlapor. (joko)

Tagged

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *