Berulang Lolos Jerat Hukum, Kini Alex Noerdin Tersandung PD. PDE Sumsel

HEADLINE HUKRIM

Siapa Tersangka Berikutnya?  

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Akhirnya, Alex Noerdin, Mantan Gubernur Sumsel resmi dijadikan tersangka dan bahkan dijebloskan ke Rutan KPK terkait kasus PD. PDE Sumsel,  setelah lolos dari kasus Dana Hibah Sumsel dan Pembangunan Masjid Sriwijaya. 

Bersama Alex (Mantan Gubernur Sumsel Periode 2008 – 2018) turut dijadikan tersangka Muddai Madang selaku pemilik PT. DKLN sekaligus Komut PT. PDPDE Gas. Muddai ditahan, di Rutan Kejaksaan Agung.

Alex dengan tangan diborgol enggan menjawab pertanyaan wartawan. Dengan muka nampak lelah, dia digiring Kamdal Kejaksaan Agung menuju mobil tahanan.

Alex dan Muddai sudah diagendakan diperiksa,  Senin (13/9), tapi berhalangan. Hari ini,  mereka penuhi panggilan.

“Mereka dijadikan tersangka, karena tim penyidik sudah mengantongi alat bukti yang cukup.  Guna percepat proses penyidikan, mereka langsung ditahan,” kata Kapuspenkum Leonard EE. Simanjuntak, di Gedung Bundar, Kamis (16/9).

Kedua tersangka dijerat Pasal 2 dan Pasal 3 UU tindak Pidana Korupsi (Tipikor) No: 31/1999 yang diubah dengan UU No:20/2001.

Ancaman penjara seumur hidup atau paling lama 20 tahun penjara.

Dengan penetapan ini,  perjalanan panjang perkara korupsi yang diduda merugikan negara nyaris Rp500 miliar membuahkan hasil.

Sebab, perkara ini sempat disidik oleh Kejaksaan Tinggi Sumsel,  2019 sebelum akhirnya diambil alih oleh Jampidsus Ali Mukartono,  yang juga Mantan Kajati Sumsel, awal tahun 2020 dan diterbitkan Sprindik (Surat Perintah Penyidikan) baru.

Jauh sebelumnya, nama Alex sempat dikaitkan kasus Dana Hibah Sumsel Jilid II,  15 Mei 2017 dan diperiksa dua kali,  tapi lolos sebagai tersangka.

Terakhir, kasus Pembangunan Masjid Sriwijaya dimana Anggota Komisi VII DPR tersebut sempat diperiksa,  di Kejagung, lagi lolos dari jerat hukum.

TERSANGKA BARU?

Belum diketahui, apakah akan ada tersangka berikutnya, mengingat ada sejumlah pihak yang diperiksa berulang.

Diantaranya, Wisnu Margono dan Adrian Utama Gani selaku Eka. Direktur Keuangan PT. PDPDE Gas dan Ivo Wongkaren selaku Direktur PT.  Mulya Tiara dan lainnya.

Perusahaan Ivo, PT. Mulya Tiara Mandiri bahkan sudah mengembalikan Fee hasil penjulan gas bumi dari PT. PDPDE Gas sebesar Rp652 juta,  Senin (30/11/2020).

Bersama Ivo, Erwin Himawan selaku Direktur PT.  Dinameka Mukti Mitratama) juga diperiksa dua kali.

Rekanan lain, yang turut diperiksa,  adalah DN (Direktur PT. Radekatana Pirantinusa Tahun 2009) dan Hendro Hudiono (Direktur PT. Nutech Dinamika Semesta).

Sebelum ini,  baru Mantan Dirut PD. PDE sekaligus Mantan Dirut PT. PDPDE Gas Caca Isa Saleh Sadikin dan Ahmad Yaniarsah Hasan dijadikan tersangka dan ditahan, Rabu (8/9).

PERAN

Leonard menjelaskan penetapan tersangka terhadap AN, melakukan permintaan alokasi gas bagian negara dari BP. MIGAS untuk PD. PDE Sumsel.

“Tersangka menyetujui dilakukan kerjasama antara PD. PDE Sumsel dengan PT. Dika Karya Lintas Nusa (PT. DKLN) membentuk PT. PDPDE Gas.”

Pembentukan perusahaan patungan, melalui Notaris Syafrudin, di Tangerang,  Banten, 21 Desember 2009 dengan maksud menggunakan PD.PDE Sumsel untuk mendapatkan alokasi gas bagian negara.

Sementara, peran tersangka MM menerima pembayaran yang tidak sah berupa fee marketing dari PT. PDPDE Gas.

Dari sumber Jakartanews.id terungkap wadah usaha  patungan tersebut untuk memanfaatkan Gas Bumi dari JOB Pertamina -HES Jambi Merang.

Praktiknya, Gas Bumi yang diperuntukan pembangunan Kawasan Industri Tanjung Api Api. Justru,  dijual kepada swasta, yakni PT. Lontar Papyrus Pulp and Paper Industry. (ahi) .

Tagged

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *