Dua Debitur LPEI Dicecar Kasus LPEI, Tapi Masih Berstatus Saksi

HEADLINE HUKRIM

Hingga Kini, Belum Ada Pencegahan

JAKARTANEWS.ID-JAKARTA: Direktur CV. Prima Garuda berinisial DRT dan Direktur CV. Abhayagiri Timur ST diperiksa maraton terkait kasus korupsi, di Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). 

Dengan demikian, sejak diterbitkan Sprindik (Surat Perintah Penyidikan),  24 Juni baru lima Debitur LPEI dari puluhan Debitur,  dalam kasus yang merugikan negara Rp4, 7 triliun diperiksa.

Meski begitu,  memasuki bulan ketiga belum seorang Debitur dan Pejabat LPEI dicegah. Apalagi dijadikan tersangka.

Kontras dengan SOP Jiwasraya dan Asabri,  tidak lebih sebulan disidik telah diikuti pencegahan dan penetapan tersangka.

“Harusnya, SOP Jiwasraya dijadikan Role Model,  dalam penanganan kasus korupsi sehingga terukur dN memudahkan pengawasan,” kata Pegiat Anti Korupsi Boyamin Saiman,  Jumat (17/9).

Jaksa Agung ST. Burhanuddin sempat apresiasi atas penanganan korupsi oleh Pidsus (Gedung Bundar)  Kejaksaan Agung dan diharapkan menjadi Role Model,   dalam pembukaan Rakernis Pidsus, Rabu (15/9).

Hanya tidak disebutkan Role Model itu dimaksudkan SOP Skandal Jiwasraya dan Asabri ?

SAKSI

Kapuspenkum Leonard EE. Simanjuntak menjelaskan kedua direktur dari CV. Prima Garuda dan CV. Abhayagiri Timur berstatus saksi.

“Mereka diperiksa terkait penerimaan fasilitas kredit kepada JD Group,” ujarnya,  di Kejaksaan Agung, Kamis (16/9) malam.

Hanya saja, dalam keterangannya tidak disebutkan jumlah kredit yang diterima JD Group serta ketidak mampuan mengembalikan kredit sehingga masuk kategori V alias tidak bisa ditagih.

Tiga Debitur LPEI yang sudajlh diperiksa,  adalah Rachmad Nursanto (Dirut PT. Cipta Srigati Lestari, kini  PT. Anugrah Berkat Jajaabadi), Senin (13/9).

Lalu, DH ( Dirut PT. Arkha Forging Indonesia) dan Dirut PT. Arkha Jayanti Persada TJ. tergabung Arkha Group. Keduanya bahkan sudah diperiksa dua kali.

Pemeriksaan pertama DH,  Kamis (26/8). Kedua, Rabu (8/9). Sedangkan TJ,  pemeriksaan pertama Jumat (27/8) dan kedua, Selasa (7/9).

Sementara Debitur lain belum diketahui jadwal pemeriksaan,  seperti S selaku Dirut 3 perusahaan dibawah bendera Walet Group, PT. Kemilau Kemas Timur,  PT. Summit Paper Indonesia tahun, CV Inti Makmur dan lainnya.

PEJABAT LPEI

Secara terpisah,  Kejagung periksa dua Pejabat LPEI,  yakni MS (Kadiv Analisa Risiko Bisnis II periode 2014 – 2017) dan KW (Mantan Kadiv Pembiayaan I).

“Berdua diperiksa terkait pemberian fasilitas kredit kepada Debitur LPEI.”

Dua saksi lain,  yang diperiksa adalah P selaku Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Asmawi dan Rekan diperiksa terkait penilaian fixed aset dari Debitur LPEI.

Serta, DA (KJPP) diperiksa terkait penilaian fixed aset dari Debitur LPEI (Walet Grup). (ahi)

Tagged

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *