Jamiluddin Ritonga: Jubir Kepresidenan Idealnya Komunikolog yang Kuasai Komunikasi Politik

HEADLINE NASIONAL

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Presiden Jokowi Widodo (Jokowi) membutuhkan juru bicara (jubir) baru untuk menggantikan Fadjroel Rachman yang telah dilantik menjadi duta besar.

Tentu sulit menentukan siapa yang pas menggantikan Fadjroel Rachman sebagai jubir presiden. Sebab, sebagai jubir ia harus dapat mewakili sosok Presiden Jokowi dan memahami seluk beluk kepresidenan.

Demikian disampaikan Pakar Komunikasi Universitas Esa Unggul M. Jamiluddin Ritonga kepada para awak media, Selasa (26/10/2021).

Menurut Jamiluddin, dua hal itu mutlak dipenuhi karena peranan jubir untuk mewakili Presiden Jokowi dan lembaga kepresidenan. “Jubir presiden itu orang yang diberi tanggung jawab untuk menerangkan kegiatan-kegiatan presiden dan kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan lembaga kepresidenan,” katanya.

Untuk itu, imbuh Jamiluddin, jubir presiden harus mampu menyampaikan aktifitas dan kebijakan presiden dengan tepat dan detail, termasuk situasi, kondisi, dan latar belakangnya. “Semua itu disampaikan secara lugas dan jelas sehingga mudah dipahami oleh objek yang meminta keterangan,” jelas Dosen Metodologi Penelitian Kualitatif Universitas Esa Unggul, Jakarta ini.

Untuk memenuhi kriteria tersebut, lanjut Jamiluddin, tentu sosok Fadli Zon atau Fahri Hamzah kurang pas. “Sebab, Fadli Zon atau Fahri Hamzah memang sangat memahami lembaga kepresidenan, namun tipikal mereka sangat berbeda dengan Presiden Jokowi,” terangnya.

Jamiluddin menilai, langgam berkomunikasi Fadli Zon dan Fahri Hamzah juga sangat kontras dengan Jokowi. “Fadli Zon atau Fahri Hamzah berkomunikasi cenderung direct, sementara Jokowi lebih indirect,” ungkap Dekan Fikom IISIP, Jakarta 1996-1999 ini.

Jadi, saran Jamiluddin, sebaiknya Presiden Jokowi mengambil jubir yang berlatar komunikasi (komunikolog) yang memang menguasai komunikasi politik. “Mereka ini selain menguasai teknik berkomunikasi juga memahami kelembagaan kepresidenan. Hanya saja tinggal dicari sosok yang tipikalnya mendekati tipikal Presiden Jokowi,” tuturnya.

Berdasarkan kriteria itulah, tambah Penulis Buku Riset Kehumasan ini, sebaiknya Jokowi memilih jubirnya. “Kalau itu dapat dipenuhi, maka jubir akan dapat mewakili tipikal Jokowi serta mumpuni dalam menyampaikan aktifitas presiden dan kebijakannya,” pungkas Jamiluddin Ritonga. (Daniel)

Tagged

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *