Penolakan terhadap Moeldoko, Jamiluddin Ritonga: Indikasi Adanya Krisis Kepercayaan

HEADLINE NASIONAL

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Kedatangan Kepala staf Presiden (KSP) Moledoko ditolak peserta aksi Kamisan yang digelar di Taman Signature, Semarang, Jawa Tengah (Jateng).

Penolakan kedatangan Moeldoko tentu sangat memalukan. Sebagai pejabat negara Moeldoko sudah sama sekali tidak dihormati oleh peserta aksi Kamisan.

Demikian disampaikan Pengamat Komunikasi Universitas Esa Unggul M. Jamiluddin Ritonga kepada para awak media, Jumat (19/11/2021).

Jamiluddin menilai, penolakan itu berkaitan dengan pudarnya kepercayaan peserta aksi Kamisan terhadap Moeldoko. “Bagi mereka, Moeldoko bukan sosok yang dipercaya, sehingga kehadirannya tidak dibutuhkan. Moeldoko bukan bagian dari mereka, sehingga tak perlu cawe-cawe dalam aksi mereka,” katanya.

Jamiluddin mengatakan, terlihat ada gap antara pejabat dengan rakyat. “Gap ini tentu tidak seharusnya terjadi di negara demokrasi,” ujar Dosen Metodologi Penelitian Komunikasi Universitas Esa Unggul, Jakarta ini.

Gap tersebut, tutur Jamiluddin, juga akan memutus komunikasi antara pejabat dan rakyat. “Hal ini akan semakin menjauhkan rakyat dengan pemimpinnya,” ungkapnya.

Celakanya, lanjut Jamiluddin, ketidakpercayaan itu tertuju kepada Moeldoko, salah satu pejabat yang dinilai dekat dengan presiden. “Ketidakpercayaan itu tentu dapat berimbas kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi),” imbuh Dekan Fikom IISIP, Jakarta 1996-1999 ini.

Jamiluddin mempertanyakan, masyarakat akan menilai, kalau orang dekat Presiden saja tidak dipercaya masyarakat, bagaimana dengan pejabat negara yang jauh dengan Presiden? “Para pejabat ini bisa saja makin tidak dianggap oleh masyarakat,” tegasnya.

Bahayanya, ingat Jamiluddin, kalau persepsi masyarakat seperti itu, maka dukungan terhadap pemerintah akan dapat menurun. “Masyarakat sudah tidak akan sejalan lagi dengan pemimpinnya,” tukas Penulis Buku Tipologi Pesan Persuasif ini.

Kalau dukungan masyarakat terus menurun, jelas Jamiluddin, maka legitimasi pemerintah semakin lemah. “Hal ini tentu tidak diinginkan Jokowi,” ucapnya.

Untuk meminimalkan hal itu terjadi, saran Jamiluddin, maka Jokowi segera mengevaluasi menterinya yang sudah tidak dipercaya masyarakat. “Para menteri seperti ini selayaknya segera di-reshuffle. Hanya dengan cara itu pemerintahan Jokowi terhindar dari krisis kepercayaan,” pungkas Jamiluddin Ritonga. (Daniel)

Tagged

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *