OPINI  

Buntut Kasus Valencya Berakhir Manis, JPU Tuntut Bebas

PORTALKRIMINAL.ID – JAKARTA: Tuntutan bermasalah berakhir manis, Ibu Rumah Tangga Valencya alias Nengsi Lim dituntut bebas oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam pembacaan Replik, di PN. Karawang, Selasa (23/11).

Kasus Valencya menuai polemik di jagat dunia maya, lantaran istri marah karena lihat suami pulang ke rumah dalam keadaan mabok dituntut 1 tahun penjara.

Jaksa Agung bergerak cepat dan perintahkan Jaksa Agung Muda Pidana Umum melakukan eksaminasi khusus.

Namun, sejauh ini terkait tuntutan bermasalah, baru Asisten Pidana Umum (Aspidum) Kejati Jabar yang dicopot dari jabatan dan dimutasi menjadi Jaksa Fungsional di Jambin.

Sementara, 8 orang jaksa lain tidak diketahui khabar juga dua tingkat pejabat di atas dari oknum jaksa nakal. Berhenti pada Aspidum ?

Padahal,  janji Jaksa Agung dalam  Rakernis Pengawasan  dua tingkat pejabat oknum jaksa nakal akan dievaluasi (dicopot, Red) terkait pengawasan melekat.

“Saya percaya kredebilitas  Jaksa Agung. Semua dimaksudkan agar ada efek jera. Jadi, siapapun, mau Kajati atau di atasnya harus dicopot, ” kata Pemerhati Hukum  Boyamin Saiman, Selasa (23/11).

Hal lain, kasus oknum Jaksa di Kejari Mojokerto yang diamankan Satgas 53 dan diperiksa di Bagian Pengawasan, Kejaksaan Agung hilang di makan waktu tanpa ada kejelasan sanksi juga terhadap atasannya.

TUNTUT BEBAS

Kapuspenkum Leonard EE. Simanjuntak, Selasa (23/11) menjelaskan alasan tuntutuan bebas JPU, terdakwa Valencya tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan Tindak Pidana Kekerasan Psikis dalam lingkup rumah tangga sebagaimana pasal 45 a ayat (1) Juncto pasal 5 huruf b UU No. 23/2004 Penghapusan Kekerasan dalam rumah tangga.

Terkait tuntutan bebas, barang bukti berupa 1 lembar kutipan akta perkawinan no. 26/A_1/2000 Tanggal 11 Februari 2000 oleh Kantor Catatan Sipil Kota Madya Pontianak.

Lalu, 1 lembar asli surat keterangan dokter dari Siloam Hospital yang ditandatangani dokter Cherry Caterina Silitonga, Sp.Kj tanggal 20 Juli 2020.

Serta, 6 lembar print out percakapan Whatsapp atas nama Valencyia dengan Heri dikembalikan kepada saudara Chan Yung Chin

Sedangkan 2 buah flashdisk berwarna putih merk Toshiba 16 gb dan 32 gb yang isinya, adalah rekaman telepon dan rekaman CCTV di Ruko dikembalikan kepada saudara Valencya.

Selain itu, masih kata Leonard biaya perkara dibebankan pada negara.

TARIK TUNTUTAN

Sebelumnya,  beber Leonard, JPU dalam Replik-nya telah menarik tuntutan 1 tahun penjara, yang dibacakan JPU, 11 November 2021 seusai  menguraikan fakta-fakta yang didapatkan dari keterangan saksi, saksi a de charge, ahli, barang bukti, petunjuk dan keterangan terdakwa.

Serta, pembelaan yang diajukan Terdakwa dan Penasihat Hukum pada tanggal 18 November 2021.

Jaksa Penuntut Umum tegaskan penarikan kembali tuntutan 1 tahun mengacu pada Pasal 8 ayat (3) UU Kejaksaan No.16/2004.

Jaksa Agung ST. Burhanuddin seperti dikutip Kapuspenkum, mengingatkan Jaksa dalam melaksanakan tugas dan kewenangannya menggunakan hati nurani

“Selain itu, bekerja dengan penuh profesional, berintegritas dan loyalitas untuk mewujudkan keadilan dan kebenaran. ” (ahi)

Leave a Reply