Banjir 1,5 Meter di Tegal, Warga Mengungsi ke Masjid

HEADLINE NASIONAL

JAKARTANEWS.ID -JAKARTA: Hujan dengan intensitas tinggi menjadikan sejumlah sungai meluap di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Akibatnya, wilayah sekitar sungai kebanjiran.

”Sebanyak 12.518 jiwa terdampak atas kejadian ini, dari jumlah tersebut terdapat 25 KK terpaksa mengungsi di Masjid Baitutaqwa di Kelurahan Dampyak,” ujar Plt. Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari, Ph.D, di Jakarta, Kamis (25/11). Muhari mengatakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal melaporkan cuaca ekstrem terjadi di wilayahnya sejak Senin (22/11) pukul 23.30 WIB. Sejumlah sungai yang meluap antara lain Sungai Cacaban, Sungai Rambut, Sungai Kemiri, Sungai Pekijing dan Sungai Siwarak.
Guyuran hujan dan luapan sungai menjadikan banjir yang melanda lima kecamatan di wilayah Kabupaten Tegal. Yaitu meliputi Desa Tembok Banjaran di Kecamatan Adiwerna, Desa Pecabean di Kecamatan Pangkah, Desa Sidakaton, Desa Kupu di Kecamatan Dukuhturi, Desa Sidaharja di Kecamatan Suradadi.
Begitu pula banjir melanda Desa Maribaya, Desa Kemuning, Desa Plumbungan, Kelurahan Dampyak di Kecamatan Kramat, Desa Banjaragung, Desa Sukareja di Kecamatan Warureja.
”BPBD Kabupaten Tegal juga melaporkan sedikitnya 1.564 unit rumah terdampak dengan ketinggian muka air berkisar antara 30 – 150 cm. BPBD Kabupaten Tegal bersama tim gabungan berhasil mengevakuasi 2 balita usia sekitar dua minggu berserta ibunya, dan langsung dibawa ke rumah kerabat terdekat yang tidak terdampak banjir. Kondisi terkini dilaporkan, banjir sudah mulai berangsur surut dan para warga yang mengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing.
Berdasarkan prakiraan hujan dasarian BMKG November Dasarian III periode 21 – 30 November 2021, untuk wilayah Provinsi Jawa Tengah sebagian besar memiliki potensi curah hujan dengan kategori menengah dengan angka 100 – 150 mm. Dikatakan tinggi apabila angkanya berkisar 150 – 300 mm dan sangat tinggi apabila lebih dari 300 mm.
”Merespond hal ini, BNPB menghmbau untuk selalu waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan. Keikutsertaan unsur pentaheliks juga diharapkan mampu menjadi kunci dalam penanganan bencana banjir, tentunya untuk bersama-sama menyiapkan kajian dan rencana jangka panjang agar kejadian ini tidak terus berulang,” tegas Muhari. (dani)

Tagged

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *