Sebut Lid HAM Berat Belum Sempurna, Jaksa Agung Inisiatif Lakukan Dik Umum

HEADLINE HUKRIM

Belum Tahu Kasus HAM yang Mana ? 

JAKARTANEWS.ID- JAKARTA: Hasil Penyelidikan (Lid) belum sempurna, Jaksa Agung memberi alasan. Selaku Jaksa Penyidik  HAM Berat berinisiatif melakukan Penyidikan (Dik) Umum guna menyempurnakan Lid Komnas HAM soal Pelanggaran HAM Berat masa kini.

“Saya yakin kebijakan ini akan memberi kepastian dan keadilan guna memecah kebuntuan, dan menuntaskan perkara HAM yang menjadi tunggakan selama ini, ” kata ST. Burhanuddin, di Palembang, Kamis (25/11).

Namun, Jaksa Agung tidak mengungkap kasus dugaan Pelanggaran HAM Berat masa kini yang diutarakan dalam pengarahan kepada Jajaran Adhyaksa se-Sumsel, di Aula  Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel.

Serta, kapan langkah penyidikan umum perkara dugaan Pelanggaran HAM Berat masa kini, bakal dilakukan

Burhanuddin hanya mengutip statement Presiden pada pembukaan Rapat Kerja Kejaksaan Tahun 2020, Kejaksaan adalah wajah penegakan hukum.

“Oleh karena itu, baik-buruknya penegakan sangat diwarnai oleh kebijakan-kebijakan penegakan hukum Kejaksaan,” ujar Jaksa Agung.

Lalu, dia mencontohkan salah satu kebijakan penegakan hukum yang berpotensi memperburuk wajah penegakan hukum indonesia, adalah penyelesaian dugaan pelanggaran HAM Berat masa kini.

“Sampai saat ini, seolah berhenti, dan tidak ada kejelasan sebagai akibat adanya kebuntuan persepsi antara penyelidik Komnas HAM dengan penyidik Kejaksaan.”

BELUM SEMPURNA

Frasa belum sempurna, yang dimaksud oleh pria kelahiran Cirebon, Jabar ini mengacu kepada hasil Lid Komnas sehingga belum dapat ditingkatkan ke Penyidikan (Dik) tanpa menyebutkan perkaranya.

Disamping itu, masih kata Burhanuddin, Alumnus FH-Untag Semarang petunjuk Penyidik Kejaksaan agar terpenuhinya amanat undang-undang tidak pernah dipenuhi.

“Pada akhirnya, penanganan perkara menjadi berlarut-larut, karena hasil Lid Komnas HAM belum menemukan alat bukti yang cukup untuk menduga bahwa seseorang berdasarkan suatu peristiwa atau keadaan adalah sebagai pelaku kejahatan HAM Berat.”

Kepada jajaranya yang serius mendengarkan kebijakan penuntasan dugaan Pelanggaran HAM Berat masa kini, Burhanuddin menambahkan soal Penyelidik belum memeriksa saksi kunci dan menemukam dokumen.

“Padahal, saksi kunci dan dokumen tersebut diharapkan dapat menjelaskan unsur kejahatan terhadap kemanusiaan dan unsur serangan yang meluas atau sistematik seperti dimaksud Pasal 9 UU No. 26/ 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia,” tuturnya terang benderang.

Pengarahan Jaksa Agung ini dalam rangkaian Kunjungan Kerja (Kunker) ke Jajarannya se-Sumsel.

Turut mendampingi, Jaksa Agung Muda Pidana Umum Fadil Zumhana, Asisten Umum Jaksa Agung Kuntadi dan Hendro Dewanto selaku Asisten Khusus Jaksa Agung. (ahi)

Tagged

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *