3 Sosok Pemain Hebat Tidak Pernah Cium Trofi si Kuping Besar

HEADLINE SPORT

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Terdapat beberapa pemain hebat yang tidak pernah memenangkan gelar paling bergengsi trofi Liga Champions yang dianggap sebagai titel kesuksesan.

Liga Champions adalah kompetisi sepak bola antarklub paling bergengsi di Eropa. Tak aneh jika banyak klub yang ingin meraih kesuksesan di kompetisi ini.

Sehingga klub terbaik di Eropa berusaha untuk menambah amunisinya demi merealisasikan impiannya tersebut. Namun begitu, tak semua pemain yang beruntung ketika tampil di Liga Champions.

Ada juga beberapa pemain yang belum pernah mencium trofi Si Kuping Besar tersebut. Siapa sajakah mereka?

1. Gianluigi Buffon
Gianluigi Buffon telah menjadi sosok yang selalu terlihat di kancah sepak bola dunia selama lebih dari 20 tahun. Setelah melakukan debut profesionalnya pada tahun 1995 bersama Parma, Buffon menjelma menjadi pemain papan atas klub top Eropa selama 26 tahun.

Pemain berusia 43 tahun itu sempat memperkuat Juventus dan Paris Saint-Germain (PSG) sebelum kembali ke Parma awal musim ini. Pemain berpostur 192 cm itu telah memenangkan 10 gelar Liga Italia serta lima gelar Coppa Italia. Buffon juga memenangkan Liga Prancis selama satu tahun bertugas bersama PSG.

Sayang, dia belum pernah memenangkan gelar Liga Champions. Prestasi terbaiknya adalah ketika tampil pada babak final 2002-2003. Sayang, dia gagal memberikan gelar kepada Juventus.

2. Ronaldo
Nama besar Ronaldo Nazario tidak perlu dipertanayakan lagi. Dia bahkan tercatat tiga kali dinobatkan sebagai pemain terbaik dunia Ballon d’Or pada 1996, 1997 dan 2002.

Secara keseluruhan, Il Fenomeno julukan Ronaldo Brasil telah membuat 326 gol sepanjang karier profesionalnya. Sejumlah titel dari berbagai liga juga pernah didapatkannya.

Meski begitu, Ronaldo tidak pernah memperoleh gelar Liga Champions. Peluang terbaiknya datang saat masih membela Real Madrid pada 2002-2003. Tetapi, ketika itu mereka terhenti di babak semifinal, usai disingkirkan Juventus.

3. Diego Maradona
Maradona menjadi sosok legendaris di dunia sepak bola, khususnya di Argentina. Kehebatannya di dunia sepak bola juga membuatnya mendapat kepercayaan untuk menjadi pelatih usai pensiun.

Sepanjang kariernya memang terdapat banyak piala, termasuk ketika masih membela klub Eropa seperti Napoli dan Barcelona, tetapi, ada satu titel yang gagal didapat.

Apalagi jika bukan titel Liga Champions. Memang, pada masanya belum ada nama Liga Champions. Namun, saat itu ada Piala Eropa yang kemudian berevolusi. Prestasi terbaiknya hanya Piala UEFA 1989. (Amin)

Tagged

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *