Kejagung Bentuk Tim JPU Kasus Ferdinand Hutahaen

HEADLINE HUKRIM

Kejagung Bentuk Tim JPU Kasus Ferdinand Hutahaen

Ikuti Perkembangan Penyidikan

JAKARTANEWS. Id – JAKARTA: Seolah imbangin kecepatan Tim Penyidik kasus Ferdinand Hutahaean, Kejaksaan Agung segera bentuk Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU).

“Langkah itu guna mengikuti perkembangan penanganan kasus dugaan penyebaran informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian berdasarkan SARA,” kata Kapuspenkum Leonard EE. Simanjuntak, Rabu (12/1) malam.

Pembentukan JPU menindaklanjuti diterimanya Surat Penetapan tersangka terhadap Eks. Kader Partai Demokrat terkait ciutan Allahmu Lemah, Selasa (11/1).

Surat penetapan tersangka ini dikirimkan sehari setelah diterimanya SPDP (Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan), Senin (10/1).

Ferdinand ditetapkan tersangka oleh Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Senin (10/1). Polri menetapkan tersangka, karena sudah memiliki bukti yang cukup.

Leonard belum melansir siapa-siapa yang ditunjuk sebagai anggota Tim JPU perkara Ferdinand Hutahaean.

“Tentu, secepatnya, ” pungkas Leo, sapaan akrab Kapuspenkum.

Dunia jagat mayat pekan lalu lalu sempat dikagetkan dengan cuitan Ferdinansld, yang belakangan aktif di media sosial paska tidak lagi menjadi kader Demokrat.

Atas cuitan tersebut, sejumlah netizen mengkritik keras,termasuk mantan rekan separtai Roy Suryo. Sampai pada akhirnya, KNPI melaporkan ke Mabes Polri.

Entah, praktik dugaan saling hujat terus berlangsung, meski pertarungan Pilpres 2019 telah usai. Tudingan Kodok dan Kadrun masih sering muncul di media sosial.

Terkahir, malah sudah masuk ke area yang paling krusial, yakni SARA (Suku, Ras dan Agama) yang diwanti-wanti sejak Orde Baru.

Untung, Aparat Penegak Hukum bergerak cepat agar tidak meluas dan muncul perselisihan di tingkat akar rumput. (ahi)

 

Tagged

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *