Almarhumah Kader Jumantik dan Dasa Wisma di Kebagusan Wariskan Santunan Puluhan Juta Rupiah

EKBIS HEADLINE

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Erina tak kuasa menahan tangis ketika menerima santunan program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek) Rp42 juta secara simbolis di Kantor Kelurahan Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (14/1/2022).

Dirinya tak menyangka almarhumah ibunya, Neneng selaku kader dasa wisma setempat, meninggalkan warisan yang sangat bermanfaat untuk keluarga yang ditinggalkan.
Santunan tersebut diserahkan oleh Camat Pasar Minggu Arief Wibowo yang didampingi oleh Lurah Kebagusan Rudi Budijanto, dan Kepala Kantor Cabang (Kakacab) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Jakarta Mampang Ali Mugni T. Selain Erinda ada tiga ahli waris peserta BPJAMSOSTEK Jakarta Mampang sebagai penerima manfaat program Jaminan Kematian (JKM).
Mereka antara lain Hamdayati selaku ahli waris almarhumah Sri Haryati (kader jumantik) menerima santunan Rp42 juta dan beasiswa Rp1,5 juta per tahun. Dandi selaku ahli waris almarhumah Nani (kader jumantik) menerima santunan Rp42 juta dan beasiswa Rp3 juta per tahun. Begitu pula diserahkan santunan Rp42 juta kepada wakil ahli waris almarhumah Santi (kader dasa wisma) karena berhalangan hadir. Kegiatan tersebut disaksikan oleh para kader jumantik, kader dasa wisma, dan warga Kelurahan Kebagusan yang hadir di kantor kelurahan setempat.
”Kami mengucapkan inalilahi wainailahi rojiun, turut berduka cita atas musibah yang menimpa para almarhumah. Semoga para almarhumah husnul khatimah dan diterima segala amal ibadahnya, amin,” ungkap Kakacab BPJAMSOSTEK Jakarta Mampang Ali Mugni T. Ali mengatakan pihaknya wajib menyerahkan klaim JKM yang menjadi hak para ahli waris peserta BPJAMSOSTEK.
Menurut Ali program JKM dengan kepesertaan lebih dari tiga tahun ahli warisnya juga berhak menerima manfaat beasiswa mulai TK hingga mahasiswa. Ali mengapresiasi para pengurus lembaga kemasyarakatan di Kebagusan dan di Kecamatan Pasar Minggu yang sebagian besar menjadi peserta program Jamsostek. ”BPJAMSOSTEK hadir sebagai wakil pemerintah. Kami mengemban amanah undang-undang yang mewajibkan seluruh rakyat yang memiliki aktivitas yang berpenghasilan semuanya berhak dan wajib ikut program Jamsostek,” kata Ali.
Menurut Ali, program Jamsostek berprinsip kegotong-royongan. Iuran yang dikumpulkan oleh peserta dijadikan manfaat untuk peserta yang mengalami musibah baik kematian maupun kecelakaan kerja. ”Uangnya dari kita ke kita. Iuran memang hanya seharga semangkok bakso tapi memberi manfaat yang luar biasa,” cetus Ali.
Dirinya berharap, para pengurus lembaga kemasyarakatan di Kelurahan Kebagusan menjadi contoh yang baik agar segera diikuti warga yang belum menjadi peserta program Jamsostek. ”Program negara ini banyak keunggulan dan tidak ada seleksi kecuali sebelum 65 tahun. Tidak harus muda dan harus sehat untuk menjadi peserta. Tapi bagi seluruh masyarakat yang berkegiatan atau punya usaha bisa menjadi peserta,” cetus Ali.
Sementara itu Camat Pasar Minggu Arief Wibowo mengapresiasi BPJAMOSTEK Jakarta Mampang yang berkomitmen memberikan hak santunan ke para ahli waris. ”Mungkin para ahli warisnya tidak tahu jika orang tuanya ikut program BPJAMSOSTEK sampai akhirnya merasakan manfaat yang diwarisi orang tuanya,” ungkap Arief.
Menurutnya, manusia memang tidak tahu kapan akan terkena musibah karena itu menjadi rahasia Tuhan. Tetapi manusia ibaratnya perlu sedia payung sebelum hujan yaitu dengan menjadi peserta program Jamsostek. ”Kami bersama para lurah se-Kecamatan Pasar minggu dari awal mengedukasi seluruh pengurus lembaga masyarakat tentang betapa pentingnya program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan,” ungkapnya.
Lurah Kebagusan Rudi Budijanto mengatakan pihaknya bersama BPJAMSOSTEK Jakarta Mampang bersosialisasi program Jamsostek sejak tujuh tahun lalu. Sasarannya adalah para pengurus lembaga kemasyarakatan seperti RT, RW, kader jumantik, LMK, FKDM, kader dasa wisma, hingga para pedagang UMKM. ”Karena para pengurus lembaga kemasyarakatan ini mendapatkan insentif dari Pemprov DKI maka kami terus dorong mereka agar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK),” cetus Rudi. (Dani)

Tagged

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *