Kamis Keramat: Dua Tersangka Baru Kasus LPEI Ditetapkan Kamis (13/1)

HEADLINE HUKRIM

5 Tersangka Ditetapkan Kamis (6/1)

JAKARTANEWS.ID -JAKARTA: Serba Kamis,  Kamis Keramat julukannya karena Kejaksaan Agung menetapkan dua tersangka baru Skandal LPEI sekitar Rp2,6 triliun, pada Kamis (13/1).

Ini untuk membedakan Jumat Keramat di KPK pada periode sebelum Firli Bahuri sebagai Ketua KPK. Setiap penetapan tersangka diikuti langkah penahanan.

Kamis (6/1) satu pekan sebelumnya ditetapkan 5 orang tersangka tindak pidana korupsi.

Juga, Kamis (30/12/2021) 7 tersangka kasus penghalangan penyidikan kasus LPEI ditangguhkan dari penahanan Rutan (Rumah Tahanan Negara).

Ada-ada saja.

Entahlah semua itu serba kebetulan atau ada sebab yang lain ?

Pastinya, Direktur Penyidikan Dr. Supardi adalah mantan Jaksa KPK dan terakhir adalah Plt. Direktur Penyidikan.

“Saya percaya ini hanya kebetulan saja tim penyidik sudah memiliki cukup bukti bukan sebab lain. Karena bagi Allah SWT tidak ada yang kebetulan,” kata Pegiat Anti Korupsi Boyamin Saiman, Jumat (14/1).

Selain Kamis Keramat, juga ada Selasa Keramat,khususnya dalam penanganan kasus LPEI (Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia) 2013 – 2019 yang disidik, sejak 24 Juni ini.

Tujuh tersangka kasus penghalangan penyidikan ditetapkan Selasa (2/11), Advokat Didit Wijayanto Wijaya dalam kasus yang sama ditetapkan tersangka, Selasa (30/11).

Penetapan dua tersangka baru adalah kiprah pertama Jampidsus (Jaksa Agjng Muda Pidana Khusus) Dr. Febrie Adriansyah usai dilantik Senin (10/1).

SEUMUR HIDUP

Kapuspenkum Leonard EE. Simanjuntak dalam keterangan pers, di Lobi Gedung Bundar, Kejaksaan Agung, Kamis (13/1) malam mengatakan dua tersangka baru LPEI berinisial PSNM dan DSD.

Diketahui PSNM adalah Purnomo Sidbk Noor Mohammad. DSD merujuk kepada Djoko Slamet Djamhoer.

Leonard menyebutkan PSNM adalah Mantan Relationship Manager Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) tahun 2010 -2014 dan Mantan Kepala Departeman Pembiayaan UKM LPEI tahun 2014 – 2018.

Sementara DSD adalah Mantan Kepala Divisi Analisa Risiko Bisnis II (April 2015 – Januari 2019).

“Kedua tersangka dijerat Pasal 2 dan Pasal 3 UU Tipikor No. 31/1999 yang diubah dengan UU No.  20/2001,” tuturnya.

Pengenaan kedua pasal tersebut, maka kedua tersangka pidana penjara seumur hidup dan/atau paling lama 20 tahun penjara !

“Guna memudahkan pemberkasan, dua tersangka ditahan di Rutan Salemba Cabang Kejagung selama 20 hari sejak Kamis – 1 Februari. ”
Kedua tersangka  bungkam saat ditanyakan tentang penetapan status tersangka. Dengan aura muka pucat,mereka bergegas masuk mobil tahanan yang diparkir di Gedung Bundar.

Sementara nasib Debitur lain masih dalam pendalaman dan belum diketahui siapa saja yang bakal menyusul 7 tersangka tindak pidana korupsi.

Dari ketujuh tersangka, baru dua Debitur dijadikan tersangka dan diinapkan di Hotel Prodeo, yakni Johan Darsono (CEO JD Group) dan Suryono (Dirut 3 Perusahaan Grup Walet).

Juga, belum diketahui apakah penyidik akan menjerat mereka dengan tindak pidana pencucian uang (TPPU), seperti arahan Jaksa Agung pada Refleksi Akhir Tahun 2021 dalam penanganan perkara korupsi.

Patut, diduga kredit yang dikucurkan Rp2,6 triliun oleh LPEI ada unsur “Kick Back. ”

“Sementara penyidik fokus kepada Grup Walet dan Grup Johan Darsono. Tentu akan berkembang, termasuk TPPU. Ikuti saja,” saran sumber di Kejagung. (ahi)

Tagged

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *