Lagi, Tim Tabur Kejatisu Sukses Ringkus Buronan Meliani

HEADLINE HUKRIM

Buronan Gedung Bundar Masih Gelap

JAKARTANEWS.ID- JAKARTA: Lagi, Tim Tangkap Buronan(Tabur)  Kejaksaan Tinggi  Sumatera Utara (Kejatisu)  berhasil meringkus buronan asal Kejari (Kejaksaan Negeri)  Pematang Siantar.

Meliani, namanya. Perempuan tengah baya ini terpidana pemalsuan surat kuasa -bon pembelian minyak, ditangkap Kamis (20/1) pukul 21. 15 WIB.

Kapasitas Meliani dalam perkara tersebut,  adalah Manajer SPBU PT TPS Jalan DI Panjaitan,  Pematang Siantar.

“Sang buronan diamankan di rumah kontrakan, di Jalan Panglima Denai Gang Astara, Kecamatan Medan Amplas,” kata Kapuspenkum Leonard EE. Simanjuntak, Jumat (21/1).

Tim Tabur Kejatisu dibawah Pimpinan Dr. Dwi Setyo Budi Utomo (Asintel)  sudah mengamati sebulan terakhir, sebelum akhirnya meringkus setelah meyakini Meliani, adalah buronan yang dicari 2 tahun terakhir.

Keberhasilan menangkap buronan ini tercatat untuk kedua kali dan ketiga kali,  bila dihitung akhir tahun menangkap Mantan Kepala Bappeda Medan HJ Rabu (28/12).

Sementara itu Buronan Gedung Bundar, Kejaksaan Agung sampai kini belum juga berhasil diringkus tanpa alasan,  meski sudah bertahun-tahun.

Seperti, Yuni sebagai tersangka kasus LTE Belawan Medan buron sejak 2014. Tersangka kasus Victoria,  Rita Rosela, Suzana Tanojo dan Harianto Tanujaya, sejak 2016.

Terakhir,  tersangka kasus penjualan lahan Jatinegara Albertus Sugeng Mulyanto, sejak 2018.

Nama lain Ardy,  yang diduga terima hasil penjualan lahan tidak juga dijadikan tersangka seperti penerima hasil penjualan lahan, Sugeng dan almarhum Zaenal (Notaris).

RIAU – MEDAN

Leo, sapaan akrab Kapuspenkum menceritakan selama buron dua tahun,  Meliani melakukan perjalanan Riau – Medan.

“Perjalanan bolak-balik dilakukan,  karena Meliani mempunyai seorang anak di Riau dan seorang lagi kuliah di Medan,” tuturnya.

Meliani dinyatakan buronan setelah dipanggil secara patut tidak penuhi panggilan Tim Jaksa Eksekutor Kejari Pematang Siantar.

Sesuai Putusan Pengadilan Tinggi Sumut  Nomor 1463/Pid/2019/PT.MDN tanggal 13 Januari 2020, Meliani dihukum 5 tahun penjara.

Meliani dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan Tindak Pidana “Pemalsuan Surat” sebagaimana diatur dalam Pasal 263 (1) KUHPidana.

Leo menghimbau buronan lain untuk segera menyerahkan diri dan mempertanggung-jawabkan perbuatannya.

“Tidak  ada tempat yang aman bagi para buronan,” pungkasnya. (ahi) 

Tagged

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *