Baznas Bazis DKI Bikin Hattrick Raih Prestasi Opini WTP pada Laporan Keuangan 2019-2021

HEADLINE MEGAPOLITAN

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: BAZNAS Bazis DKI Jakarta kembali  meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Tahun 2021. Opini tertinggi ini diberikan setelah proses audit yang dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Tjahjo Machdjud Modopuro & Rekan yang dilaksanakan pada awal tahun 2022.

“Ini merupakan kali ketiga atau hattrick bagi  BAZNAS Bazis  DKI Jakarta, (sebelumnya bernama BAZIS DKI Jakarta) secara berturutan mendapatkan opini WTP atas Laporan Keuangan dari  tahun 2019 hingga 2021,” ujar Ketua BAZNAS Bazis DKI Jakarta, Akhmad H. Abubakar, di Jakarta, Jumat (13/5). Semoga prestasi ini bisa terus dipertahankan demi meningkatkan kepercayaan masyarakat. “Kami ucapkan terima kasih atas dukungan dari Pemprov DKI Jakarta serta terima kasih kepada  para muzaki yang mempercayakan zakatnya kepada kami,” imbuhnya.

Hal itu dikatakan dalam acara penyampaian hasil Audit Laporan Keuangan BAZNAS BAZIS  DKI Jakarta Tahun 2021,  Abubakar didampingi oleh Wakil Ketua III Bidang Perencanaan, Keuangan dan Pelaporan, Rini Suprihartanti, Wakil Ketua IV Mohammad Nasir Tajang, dan sejumlah pejabat lainnya.

Rini menambahkan bahwa laporan keuangan selama tiga tahun (sejak pergantian nama) berturut-turut meraih opini WTP.  “Kantor Akuntan Publik (KAP) Tjahjo Machdjud Modopuro & Rekan telah memberikan opini tertinggi atas Laporan Keuangan tersebut. Publikasi laporan selain sebagai amanah undang-undang, adalah juga merupakan bentuk pertanggungjawaban kami sebagai lembaga amil  zakat, infak dan sedekah (ZIS) agar lebih transparan dan terbuka dalam mengelola dana ZIS,” kata Rini.

Wakil Ketua IV M. Nasir menambahkan pengumpulan ZIS tahun 2021 sebesar Rp 187 miliar, jauh lebih besar dibanding perolehan tahun 2020. “Dari jumlah tersebut, dana yang tersalurkan ke masyarakat sebesar 97 persen atau sebesar Rp 172,5 miliar. Ini angka penyaluran yang cukup besar,” jelas Nasir. Selain itu, dari jumlah penerima manfaat juga meningkat tajam. “Tahun sebelumnya penerima manfaat sebanya 837.876 mustahik,  adapun tahun lalu menyentuh sebanyak 2,33 juta orang,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Abubakar juga menyampaikan bahwa pihaknya segera membangun pesantren khusus difabel yang berlokasi di Lebak Bulus, Jakarta Selatan. “Lahannya merupakan milik Dinas Sosial DKI Jakarta, sedangkan kami selaku pengelola pesantren gratis untuk penyandang difabel,” pungkasnya. (joko) 

Tagged