Final Piala FA, Liverpool Juara Hadapi Chelsea Lewat Drama Finalti

HEADLINE SPORT

JAKARTANEWS.ID – LONDON: Final Piala FA atau FA Cup 2021-2022 Liverpool juara menghadapi Chelsea lewat drama finalti dengan skor 6-5 di Stadion Wembley, London, Inggris, pada Sabtu (14/5/2202) malam WIB.

Pertandingan berlangsung seru selama 120 menit, sehingga pemenang ditentukan lewat drama adu penalti. Dari 7 eksekutor masing-masing tim, dua pemain Chelsea gagal sedangkan Liverpool satu pemain gagal melakukan eksekusi finalti, hingga akhirnya Liverpool sebagai juara dengan skor akhir 6-5.

Ini gelar kedua Liverpool di musim ini. Sebelumnya Liverpool berhasil memenangi gelar Piala Liga Inggris (Carabao Cup) pada Februari lalu, juga dengan mengalahkan Chelsea lewat drama adu penalti.

Pada babak pertama, Liverpool tampil menyerang hingga berhasil menciptakan sejumlah peluang emas. Winger Liverpool, Luis Diaz, menjadi momok utama bagi barisan pertahanan The Blues, julukan Chelsea.

Dia tampil mengancam dengan beberapa peluang emas yang membuat bek dan kiper Chelsea berusaha keras mempertahankan kedudukan.

Ketika sedang asyik menyerang, Liverpool harus kehilangan satu pemain kunci, yakni Mohamed Salah. Mohamed Salah ditunjuk menjadi starter pada laga ini. Namun, dia hanya bermain selama 30 menit.

Penyerang berkebangsaan Mesir itu ditarik keluar dan digantikan oleh Diogo Jota setelah mengeluh kesakitan di tengah lapangan.

Liverpool tampil menyerang sejak awal babak pertama. Juergen Klopp selaku pelatih memasang trio Mohamed Salah, Sadio Mane, dan Luis Diaz untuk menggempur pertahanan Chelsea yang menggunakan skema tiga bek.

Luis Diaz yang bergerak di sisi kiri penyerangan Liverpool menjadi sumber masalah bagi pertahan Chelsea. Winger berkebangsaan Kamboja itu sudah membuat tiga peluang hingga menit ke-15.

Dari tiga peluang yang lahir, dua di antaranya memiliki potensi besar untuk menjadi gol.

Pertama, Luis Diaz malakukan pergerakan yang mengecoh bek Chelsea. Lalu, dia mengirim umpan silang ke area kosong di depan gawang The Blues.

Bola kiriman Luis Diaz kemudian berusaha disambut oleh Thiago Alcantara. Namun, Thiago Alcantara terlambat sepersekian detik sehingga peluang itu gagal berbuah gol.

Setelah itu, Luis Diaz kembali menjadi aktor dalam peluang yang diciptakan Liverpool. Dia berhadapan satu lawan satu dengan kiper Chelsea, Edouard Mendy, seusai mendapat umpan terobosan dari Trent Alexander-Arnold.

Luis Diaz telah berusaha mengecoh Edouard Mendy dengan menempatkan bola di tiang dekat. Akan tetapi, gerakannya terbaca dan Edouard Mendy mampu menggagalkan peluang emas itu dengan kakinya.

Seusai mendapat gempuran dari barisan penyerangan Liverpool, terutama Luis Diaz, Chelsea sempat merespons dengan melancarkan serangan balasan.

Upaya yang dilancarkan anak-anak Thomas Tuchel mampu berbuah peluang emas. Chelsea mendapat peluang matang itu pada pertangahan babak pertama.

Marcos Alonso yang menusuk dari sisi kiri penyerangan Chelsea, berhadapan satu lawan satu dengan kiper Liverpool Alisson. Namun, Alonso gagal memaksimalkan peluang tersebut.

Pada menit ke-30, permainan sempat berhenti sejenak setelah winger andalan Liverpool Mohamed Salah mengeluh kesakitan dan terduduk di lapangan.

Wasit kemudian mengizinkan tim medis Liverpool untuk masuk ke lapangan. Tak lama setelah itu, Salah berdiri dan berjalan meninggalkan lapangan. Dia keluar dan digantikan oleh Diogo Jota pada menit ke-33.

Lalu, permainan kembali dilanjutkan. Kedua tim mulai sering berbalas serangan.

Namun, tak ada gol yang lahir hingga peluit tanda turun minum berbunyi. Babak pertama antara Chelsea dan Liverpool berakhir dengan skor 0-0.

Pada babak kedua, Chelsea yang sebelumnya minim peluang memberi kejutan kepada barisan pertahanan Liverpool. Mereka mampu menciptakan tiga peluang beruntun pada awal babak kedua. Ketiga peluang itu lahir berkat aksi Marcos Alonso dan Christian Pulisic.

Marcos Alonso melancarkan dua tembakan, tetapi bola yang ia kirim masih melebar dan membentur mistar gawang. Sementara itu, Christian Pulisic ikut mengancam lewat sepakan dari dalam kotak penalti.

Namun, sepakannya masih bisa diantisipasi oleh Alisson yang tampil solid pada laga pemungkas ini.

Ketika memasuki menit ke-50, Liverpool merespons lewat dua peluang yang lahir dari pergerakan Diogo Jota dan Luis Diaz. Kedua peluang dari Diogo Jota dan Luis Diaz cukup mengancam gawang Edouard Mendy. Akan tetapi, sepasang peluang itu masih belum mampu berbuah gol.

Chelsea dan Liverpool tak kunjung memecah kebuntuan hingga pertengahan babak kedua. Thomas Tuchel dan Juergen Klopp selaku pelatih, kemudian melakukan sejumlah pergantian pemain.

Thomas Tuchel mengganti Mateo Kovacic dengan N’Golo Kante, sedangkan Juergen Klopp menarik keluar Naby Keita untuk memasukkan James Milner. Pergantian pemain tersebut tak memberikan dampak signifikan. Kedua tim masih tanpa gol hingga pengujung babak kedua.

Ketika babak kedua menyisakan 10 menit, Liverpool sempat memperoleh beberapa peluang emas, salah satunya dari Andrew Robertson. Namun, peluang itu masih gagal berbuah gol setelah sepakan Robertson membentur tiang gawang Chelsea.

Skor 0-0 pada final Chelsea vs Liverpool bertahan hingga babak kedua usai. Alhasil, laga harus dilanjutkan ke babak tambahan waktu atau extra time.

Hingga berakhirnya waktu normal pertandingan, skor kacamata tidak berubah dan pertandingan dilanjutkan ke babak tambahan 2×15 menit.

Namun, perubahan yang dilakukan juru taktik kedua kubu belum juga membuahkan hasil. Kedua tim tetap sama kuat hingga berakhirnya babak tambahan 2×15 menit, sehingga pemenang ditentukan lewat adu penalti.

Liverpool sempat memimpin 4-3 dalam drama adu penalti setelah penendang kedua Chelsea, Cesar Azpilicueta gagal mencetak gol. Sayang, penendang kelima Liverpool, Sadio Mane gagal mencetak gol sementara Jorginho mengubah skor menjadi 4-4.

Namun di penendang ketujuh, Chelsea harus menerima kenyataan pahit. Mason Mount gagal, sementara Tsimikas sukses menjebol gawang Mendy.

Liverpool akhirnya keluar sebagai juara Piala FA dengan kemenangan adu penalti 6-5 atas Chelsea. (Amin)

Tagged