Jamiluddin Ritonga: Koalisi Semut Merah Berpeluang Layu Sebelum Berkembang

JAKARTA – Wacana Koalisi Semut Merah yang digagas PKB dan PKS tampaknya akan layu sebelum berkembang.

Demikian disampaikan Pakar Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga kepada para wartawan, Senin (13/6/2022).

Menurut Jamiluddin, ada dua petimbangan utama mengapa koalisi tersebut diprediksi akan layu sebelum berkembang.

Pertama, sebut Jamiluddin, PKB dan PKS selama ini dinilai kerap berseberangan. Ideologi perjuangan kedua partai tampaknya kurang sejalan.

“Meskipun dua partai itu pernah dalam satu koalisi di era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi presiden, namun koalisi saat itu bukan gagasan PKB dan PKS. Dua partai ini, saat itu menjadi satu koalisi atas prakarsa Partai Demokrat,” kata Dosen Pasca Sarjana Fikom Universitas Esa Unggul, Jakarta ini.

Dengan begitu, lanjut Jamiluddin, tampaknya sulit bagi kedua partai untuk menyatukan visi dan misi dalam mengusung presiden.

“Kedua partai akan terjebak pada ideologi perjuangan masing-masing,” imbuh Jamiluddin.

Jamiluddin juga mengibaratkan pendukung kedua partai bagai minyak dan air.

“Karena itu, ada kemungkinan bila dua partai itu berkoalisi tidak akan mendapat dukungan dari pendukungnya,” jelas Dekan Fikom IISIP, Jakarta 1996-1999 ini.

Faktor kedua, menurut Jamiluddin, PKB dan PKS tidak punya tokoh sentral yang kuat untuk mempersatukan dua partai tersebut.

“Hal ini akan membuat koalisi Semut Merah menjadi rapuh, sehingga mudah goyah,” terang Jamiluddin.

Jamiluddin meyakini, peluang ke arah itu semakin besar karena PKB terkesan akan memaksakan Ketua Umumnya Muhaimin Iskandar menjadi capres.

“Padahal elektabilitas Gus Muhaimin hingga saat ini sangat rendah sehingga tak layak diusung menjadi capres,” tegas Penulis Buku Riset Kehumasan ini.

Mantan Sekjen Media Watch ini berpendapat, persoalan capres yang akan diusung membuat kedua partai akan cepat goyah.

“PKB dan PKS akan sulit bersepakat bila keduanya memaksakan kadernya menjadi capres, sebab kader kedua partai hingga saat ini belum ada yang layak menjadi capres,” pungkas Jamiluddin Ritonga. (Daniel)

Leave a Reply