Wacana Pemerintah Hapus Migor Curah, Mulyanto: Jangan Buat Masalah Baru

JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto menolak wacana penghapusan minyak goreng (migor) curah yang disampaikan Menteri Kooordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan beberapa waktu lalu.

Menurut Mulyanto, sebaiknya pemerintah fokus dalam mengendalikan ketersediaan dan harga minyak goreng (migor), baik curah maupun kemasan.

Mulyanto mengingatkan, jangan melempar isu baru yang tidak penting dan mendesak, yang bisa jadi malah akan menimbulkan masalah baru.

“Terkait masalah migor, sekarang ini semestinya pemerintah fokus dan menggunakan segenap energinya untuk melaksanakan kebijakan, program dan upaya pengendalian migor. Bukan kebijakan baru yang lain. Jangan juga pindah fokus ke ekspor CPO dan turunannya, pengosongan tangki CPO, dan lain-lain,” tegas Mulyanto.

“Sampai hari ini migor curah masih langka dan mahal di atas HET. Berbagai janji Pemerintah termasuk janji Presiden Jokowi sendiri untuk menurunkan harga migor dalam dua pekan telah diingkari,” sambung Wakil Ketua F-PKS Bidang Industri dan Pembangunan ini.

Mulyanto menyebut, persoalan migor ini sudah berlarut-larut lebih dari 8 bulan dengan gonta-ganti dan buka-tutup kebijakan, bahkan gonta-ganti aktor kelembagaan. Namun faktanya masalah migor ini belum beres-beres.

“Masak Indonesia, kalah dengan mafia migor. Jadi tidak usahlah pemerintah beralih ke fokus lain atau kehilangan fokus,” sindir legislator asal Dapil Banten 3 ini.

“Kalau memang pemerintah sekarang tidak mampu, sampaikan saja ke publik, persoalan migor diserahkan kepada pemerintahan berikutnya, karena sebagian anggota kabinet juga sudah siap-siap maju ke pilpres,” tandas Mulyanto.

Untuk diketahui, berdasarkan informasi Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional sejak diambil kebijakan penghentian DMO dan diterapkan subsidi migor 16 Maret 2022, pemerintah berhasil mengurangi histeria kelangkaan migor khususnya migor kemasan. Namun anehnya setelah itu justru terjadi lonjakan harga migor yang gila-gilaan.

Puncak pertama harga migor sebelum kebijakan DMO diterapkan di 27 Januari 2022 mencapai Rp19 ribu per kg untuk migor curah dan Rp21 ribu per kg untuk migor kemasan.

Kemudian, setelah kebijakan DMO dicabut harga melesat dan mencapai puncak pada 2 April 2022. Harga migor curah mencapai angka Rp20 ribu per kg dan harga migor kemasan bertengger di angka Rp27 ribu per kg.

Terlihat, lonjakan harga migor kemasan yang paling kentara. Padahal memasuki bulan april 2022 harga CPO dunia malah mengalami penurunan.

Hari ini harga migor curah berada di angka Rp18,100,- dan harga migor keemasan masih bertengger di angka Rp26.450,-. Masih tinggi di atas HET. (Daniel)

Leave a Reply