BRI Ajak 300 Ribu UMKM Gunakan QRIS di Pesta Rakyat Simpedes 2022

JAKARTANEWS.ID -JAKARTA: Division Head Micro Business Development PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) Fita Arisanti mengatakan BRI akan mendorong 300 ribu Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dalam Pesta Rakyat Simpedes 2022.

“Kita targetkan nanti ada 300 ribu UMKM yang akan menggunakan QRIS. Karena walaupun kegiatan Pesta Rakyat Simpedes (PRS) hanya di titik-titik tertentu, tapi akuisisi terhadap apapun yang berkaitan dengan digital juga terus dilakukan di sentra-sentra ekonomi dalam pra event PRS maupun dalam PRS,” kata Fita di Gedung Sarinah Jakarta, Rabu (15/6/2022).

Perhelatan Pesta Rakyat Simpedes 2022 juga diharapkan meningkatkan transaksi QRIS BRI mengingat terdapat kegiatan bertajuk pasar dalam PRS dimana UMKM pilihan dipamerkan dan dapat dibeli melalui pembayaran digital.

“Pembayaran menggunakan QRIS, BRImo, dan semua pembayaran digital yang bisa dilakukan, sehingga proses kita melakukan edukasi terhadap layanan digital perbankan juga kita kuatkan di aktivitas PRS itu,” katanya.

Direktur Mikro Bisnis BRI, Supari, menambahkan insan BRIlian akan melakukan pawai dalam rangkaian acara Pesta Rakyat Simpedes 2022 untuk membantu UMKM melakukan digitalisasi agar mereka bisa mengembangkan usaha.

Insan BRIlian akan memberikan edukasi pada para UMKM dan membantu mereka mengaktivasi platform digital BRI.

“Jadi 110 ribu pekerja itu akan berpawai keliling di titik-titik sentra ekonomi. Di situ mereka beraktivitas mengajarkan dengan menggunakan teknologi digital,” katanya.

Adapun terdapat tiga hal yang akan mereka ajarkan, yakni pembukaan rekening baru untuk masyarakat dan UMKM yang belum memiliki rekening, penggunaan BRImo untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan edukasi terkait risiko keuangan digital.

Terkait risiko dari keuangan digital yang mungkin merugikan masyarakat, masyarakat dan UMKM diajarkan agar tidak menyebarkan pin dan melaksanakan perintah dari orang tak dikenal untuk mengklik suatu alamat website.
“Jadi masyarakat bisa menggunakan layanan digital, mengetahui risiko, dan bisa mengelola risiko dengan baik,” katanya. (yok)

Leave a Reply