Kemenkominfo Pastikan Pelaksanaan Migrasi Siaran TV Analog ke Digital Berjalan dengan Baik

Staf Khusus Menteri Kominfo Bidang Komunikasi Publik, Rosarita Niken Widiastuti./Foto: istimewa

JAKARTANEWS.ID -JAKARTA: Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)  memastikan pelaksanaan migrasi siaran televisi analog ke digital atau Analog Switch Off (ASO) berjalan dengan baik dan berkelanjutan.

Hal tersebut juga sesuai dengan perencanaan waktu yang telah ditentukan, tentunya  butuh dukungan semua pihak untuk suksesnya percepatan pelaksanaan ASO, mulai dari proses penyiapan infrastruktur multipleksing, program siaran, ekosistem perangkat penerima siaran dan sosialisasi hingga edukasi kepada masyarakat.
Staf Khusus Menteri Kominfo Bidang Komunikasi Publik, Rosarita Niken Widiastuti mengungkpkan, Kementerian Kominfo telah melakukan reviu terhadap 8 wilayah siaran yang telah dihentikan siaran televisi analog.
“Keberadaan siaran digital memungkinkan masyarakat di wilayah siaran yang telah melakukan penghentian total siaran analog, menyaksikan layanan siaran lebih banyak dari sebelumnya,” kata Rosarita Niken, dalam konferensi pers belum lama ini seperti dikutip dari kominfo.go.id.

Lebih jauh Staf Khusus Menteri Kominfo Bidang Komunikasi Publik menjelaskan,  8 wilayah yang sudah dihentikan siarannya, dari wilayah tersebut untuk Wilayah Riau-4 yaitu Kota Dumai, Kabupaten Bengkalis dan Kepulauan Meranti.
“Semula masyarakat hanya dapat menonton siaran analog TVRI lokal dan TV Bengkalis. Dengan adanya siaran digital, masyarakat bisa menonton TVRI Nasional, TVRI World, TVRI Sports,” jelasnya.

Selanjutnya wilayah Nusa Tenggara Timur-3 yaitu Kabupaten Timur Tengah Utara, Belu, Malaka yang semula hanya bisa menyaksikan TVRI lokal dan LPP Pinmabo TV, sekarang bisa menyaksikan siaran TVRI Nasional, TVRI World dan TVRI Sports.

Adapun untuk Wilayah Papua Barat-1 yaitu Kota Sorong dan Kabupaten Sorong yang sebelumnya masyarakat hanya bisa menyaksikan siaran analog TVRI Analog dan Kompas TV, namun sekarang bisa menyaksikan siaran TVRI Nasional, TVRI World dan TVRI Sports, ungkapnya.

Menurut Rosarita Niken, TV lokal daerah sekarang ini sudah dalam proses tindak lanjut ke siaran digital dan bisa ditonton masyarakat.
“Semua ekosistem di wilayah tersebut sudah selesai 100 persen, infrastruktur multipleksing dan set top box sudah tersedia dan bisa digunakan,” ungkapnya.

Mampu Membantu Masyarakat

Direktur Penyiaran Ditjen PPI Kementerian Kominfo, Geryantika Kurnia menyatakan, pelaksanaan siaran digital ini mampu membantu masyarakat untuk mendapatkan siaran televisi yang sebelumnya hanya bisa diakses melalui parabola atau langganan berbayar.

“Kabar gembira dari 8 lokasi yang dimulai ASO, memang televisi swasta belum ada, tayangan yang ada TVRI dan TV swasta yang besar ada Kompas TV. Ada beberapa TV lokal milik Pemda. 8 lokasi ini beruntung, disamping dulunya pada saat eksisting siaran analog mendapatkan siaran menggunakan parabola atau berbayar bulanan,” papar  Geryantika.

Bahkan Direktur Penyiaran Ditjen PPI Kementerian Kominfo menyebutkan, saat ini masyarakat sudah dapat menikmati siaran selama 24 jam.
“Dengan siaran TV digital, dulu hanya ada TVRI lokal yang siarannya hanya 4 jam sehari, dengan adanya siaran digital ini maka masyarakat bisa menyaksikan siaran TV selama 24 jam sehari. Ditambah dengan adanya TVRI nasional, TVRI world dan TVRI Sports,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan respons masyarakat, yang begitu senang dengan adanya penambahan program siaran televise digital ini.

“Testimoni masyarakat, mereka sangat senang. Dulunya hanya mendapatkan siaran TV lokal saja, sekarang bertambah program siarannya,” ungkapnya.

Pembagian STB

Terkait dengan Set Top Box (STB), Direktur Penyiaran Ditjen PPI Kementerian Kominfo juga menyatakan, pembagian STB dari pemerintah sudah selesai dibagikan.

“Dari sisi STB, bantuan pemerintah untuk 8 lokasi ini selesai semua dibagikan kepada masyarakat,” ujarnya.

Untuk mendapatkan informasi lebih jauh mengenai migrasi siaran televisi analogi ke digital serta mengadukan jika ada permasalahan dengan STB gratis, masyarakat bisa menggunakan kontak layanan telepon 159 serta chatbot Whatsapp Migrasi Siaran Digital bisa melalui nomor 08118202208. (Naek)

Leave a Reply