6 Korporasi Skandal Baja Bakal Dijerat Merugikan Perekonomian Negara?

Kembali Periksa Direktur PT.PMU AH

JAKARTANEWS.ID -JAKARTA: Kejaksaan Agung kembali memeriksa Direktur PT. Prasasti Metal Utama (PMU) AH untuk ketiga kalinya terkait Skandal Impor Baja, 2016 – 2021.

Dengan demikian, nyaris semua Direksi dan Komisaris 6 Perusahaan Importir Baja atau Besi, Baja Paduan dan Produk Turunan telah diperiksa.

Kendati demikian, belum ada seorang pun dicegah bepergian ke luar negeri guna ditetapkan sebagai tersangka yang diduga melibatkan sejumlah oknum Pejabat Lintas Kementerian.

Sementara ini tersangka yang ditetapkan baru menjangkau Korporasi, Pejabat Eselon IV Kementerian Perdagangan dan 2 Pengurus Jasa Pengurusan Jasa Impor.

Kapuspenkum Dr. Ketut Sedana (beralasan, Red) pemeriksaan AH adalah dalam rangka memperkuat pembuktian pemberkasan perkara.

“PT. PMU kan sudah ditetapkan tersangka korporasi, ” katanya, Kamis (16/6) malam.

Sebelum ini, AH bersama HT (Direktur PT. Duta Sari Sejahtera-DSS) sudah pernah diperiksa, Kamis (12/5). Terakhir, Rabu (27/4).

Dua hari sebelumnya, diperiksa R (Komut PT. Intisumber Bajasakti-IB), RL (Komisaris PT. IB). Serta Dirut PT. IB inisial ETL dan Direktur PT. IB DL.

ETL jauh sebelumnya telah diperiksa dua kali, Selasa (12/4) dan Kamis (19/4).

Dua lagi yang diperiksa dari Jajaran Perusahaan Importir, Selasa (14/6), Komisaris PT. DDS AA dan Direktur PT. DDS H.

Lainnya, Dirut PT. Jaya Arya Kemuning (AYK) Lina Supriyanti bahkan sudah 3 kali diiperiksa, mulai Rabu (6/4), Rabu 27/4) dan terakhir Mei 2020.

Lalu, Rabu (27/4)  diperiksa WT (Direktur PT. DSS), G (Dirut  PT. Bangun Era Sejahtera-BES) dan Dirut PT. Perwira Adhitama Sejehtera (PAS) HT, Rabu (30/3).

PEREKONOMIAN NEGARA

Secara terpisah, turut diperiksa  WS (Direktur Eksekutif Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA).

Serta, F (Direktur PT. Gunun Raja Paksi dan TR (Manager Corporate Regultory Affair PT. Krakatau Steel) dan IAG (Senior Specialist  Corporate Regulatory Affair PT. Krakatau Steel.

Ketut Sumedana menerangkan WS diperiksa terkait dampak dari lonjakan importasi besi, baja paduan.

“Begitu juga dengan tiga orang saksi lainnya diperiksa dengan materi yang sama, ” pungkasnya.

Dalam keterangannya, tidak dijelaskan dengan materi pemeriksaan 4 saksi terkait penambahan  sangkaan merugikan perekonomian negara oleh 6 korporasi atau bakal diikuti penambahan tersangka baru ?

Dari berbagai informasi yang dihimpun, Kamis (16/6) sempat terdengar rencana bakal dijeratnya tersangka dengan pidana merugikan perekonomian negara dan ini sesuai Amanat Jaksa Agung, beberapa waktu lalu.

Sebelum ini, 6 korporasi baru dijerat pidana korupsi dan pencucian uang. (ahi)

Leave a Reply