Kepala BNPB Terbang ke Minahasa Selatan Pimpin Penanganan Bencana Abrasi

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, S.Sos., M.M. bertolak ke Manado, pagi ini, Jumat (17/6/2022).

Kunjungan tersebut merupakan respons cepat penanganan darurat dampak abrasi pantai yang melanda Kabupaten Minahasa Selatan, Provinsi Sulawesi utara pada Rabu lalu (15/6).
Suharyanto bersama rombongan BNPB dijadwalkan akan tiba di Bandar Udara Samratulangi Manado pada pukul 10.30 WITA. ”Rombongan yang turut mendampingi yaitu Deputi Bidang Penanganan Darurat, Direktur Dukungan Sumber Daya Darurat, Kepala Koordinasi Pengendalian Operasi, Plt. Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan, tenaga ahli serta staf khusus,” ungkap Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Ph.D, dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat (17/6/2022).
Menurut Muhari, setibanya di Kota Manado, Suharyanto akan melanjutkan perjalanan darat menuju Kabupaten Minahasa Selatan. Kepala BNPB mengagendakan untuk melangsungkan rapat koordinasi penanganan darurat abrasi pantai bersama jajaran pemerintah daerah.
Usai rapat, Suyaryanto bersama rombongan akan meninjau lokasi terdampak abrasi pantai. Suharyanti ingin mendapatkan informasi lapangan mengenai kerusakan infrastruktur, serta kebutuhan penanganan selama masa tanggap darurat. Pada tinjauan lapangan tersebut, Kepala BNPB akan menyerahkan bantuan Dana Siap Pakai (DSP) dan bantuan logistik serta peralatan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan Kabupaten Minahasa Selatan.
Sementara itu merespons terjadinya bencana abrasi ini, Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari. Yaitu, terhitung mulai Rabu (15/6/2022) hingga Selasa (28/6/2022). ”Penertapan status tersebut ditetapkan untuk mempercepat proses penanganan darurat dan menjamin hak-hak sipil masyarakat saat bencana,” ungkap Muhari.
Fenomena abrasi pantai yang melanda Kabupaten Minahasa Selatan memaksa sejumlah warga mengungsi. Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB menyampaikan data per Kamis (16/6/2022) pukul 02.23 WIB, sebanyak 69 KK / 266 jiwa mengungsi.
BPBD Kabupaten Minahasa Selatan bersama pemerintah setempat telah mengaktifkan dua posko tanggap darurat untuk melakukan percepatan penanganan terhadap warga yang mengungsi.
”Betul, sudah ada dua posko yang sudah diaktifkan untuk memberikan penanganan kepada pengungsi,” ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Minahasa Merry Joudy, via telepon, Kamis (16/6/2022). (Dani)

Leave a Reply