DPD RI Kehilangan Figur Senator Senior, Sultan: Ujian Bagi Pendewasaan Lembaga

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Kabar duka kembali menyelimuti Kompleks Parlemen, Senayan. Anggota DPD RI asal asal Sumatera Utara (Sumut) yang juga mantan pimpinan tertinggi (Ephorus) HKBP Pendeta WTP Simarmata meninggal dunia di RS Colombia Asia, Medan, Jumat (17/6/2022) kemarin.

Wakil ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan B Najamudin mengaku merasa kehilangan beberapa senator yang merupakan tokoh senior bangsa dan masyarakat daerahnya masing-masing.

“Karena hidup adalah tentang kehilangan. Dalam waktu yang tidak terlampau jauh, DPD RI harus kehilangan tiga tokoh senior Bangsa. Mereka adalah figur-figur senior yang selama ini kami anggap sebagai orang tua dan guru bagi kami senator-senator muda”, ujar Sultan melalui keterangan resminya pada Sabtu (18/6/2022).

Diketahui Senator Bangka Belitung Achmad Hudarni Rani meninggal dunia karena sakit di apartemennya di Jakarta pada Jumat (8/4/2022) yang lalu. Setelah sebelumnya senator yang juga merupakan politisi senior PDIP Sabam Sirait meninggal dunia pada Rabu (29/9/2021).

Berpulangnya tiga Senator senior tersebut, lanjut Sultan, tidak hanya menyebabkan rasa kehilangan yang mendalam, tapi juga memiliki hikmah yang penting bagi lembaga legislatif itu dalam meningkatkan etos perjuangan dan tugas konstitusional.

“Kami memaknai peristiwa Ini sebagai ujian bagi pendewasaan lembaga DPD RI. Di DPD kami seperti keluarga besar Bangsa Nusantara yang dalam relasi sosial politiknya selalu mengedepankan prinsip musyarawah demi kepentingan Bangsa yang lebih besar,” tutur Sultan.

“Karena Di DPD tidak terdapat sentimen fraksionlisme politik, maka jangan heran jika sesekali DPD RI terkesan sangat kritis dan keras dalam menyoroti dinamika ekonomi, sosial dan politik nasional akhir-akhir ini,” lanjut Sultan.

Lebih lanjut, Sultan menerangkan, ketiga figur senator senior yang telah meninggal dunia di atas memiliki legacy yang luar biasa bagi masyarakat di daerahnya.

“Tentunya mereka patut mendapatkan penghormatan terakhir yang layak dan dicatat sebagai tokoh bangsa yang jalan perjuangannya penting untuk dikenang dan diteladani oleh generasi muda Indonesia,” tuntas Sultan Najamudin. (Daniel)

Leave a Reply