Bertemu Cak Imin, Uchok Sky Khadafi: Prabowo Cari Sosok Wapres

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat ini sangat rajin melakukan konsolidasi politik, tentu dalam rangka pencapresan dirinya.

Langkah Prabowo ini tentu disambut baik, karena Prabowo satu satu calon yang tidak punya musuh politik atas pencalonan dirinya sebagai capres. Maka, Prabowo bebas bertemu siapa saja, atau bisa menjamu elite politik mana saja.

Saat ini, Prabowo seperti Gus Dur tahun 98-an, bisa bertemu Presiden Jokowi, Megawati, atau Surya Paloh. Dan Sabtu lalu (18/6/2022), Prabowo bertemu dan menjamu makan malam Ketum PKB, Muhaimin Iskandar, di Kertanegara, di kediaman Prabowo.

Demikian disampaikan Pengamat Politik Center for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi kepada para wartawan, Minggu malam (19/6/2022).

Uchok mengatakan, dengan minimnya musuh politik Prabowo menandakan peluang Prabowo jadi capres dan akan menang dalam Pilpres 2024 nanti, sangat besar.

“Atau misalnya, tidak seperti Ganjar Pranowo, elektabilitas tinggi dan dicalonkan partai lain, tetapi Partai PDI Perjuangan (PDIP) yang melahirkan diri sendiri belum respek atau mengizinkan Ganjar jadi capres. PDIP masih ingin Puan Maharani daripada Ganjar,” kata Uchok.

Apalagi, lanjut Uchok, Anies Bawesdan, musuh politiknya Prabowo banyak menanggung beban lantaran disebabkan gaya Anies membawa isu agama dan rasis ketika Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu.

“Hal ini tentu membuat publik trauma ketakutan kepada Anies, dan dampaknya biarpun Anies sudah banyak dideklarasikan dan diusungkan partai NasDem, tetapi tetap peluangnya kecil untuk memenangkan pilpres.

Meski demikian, ujar Uchok, Prabowo bukan tidak punya musuh, tetapi ada musuh yang sangat berbahaya bagi Prabowo.

“Satu-satunya musuh politik Prabowo itu adalah masa lalunya atas kasus penculikan aktivis yang sampai saat ini belum hilang dan masih tertanam dalam persepsi publik, atau masih trauma dihati rakyat kebanyakan,” ungkap Uchok.

“Tetapi sepertinya Prabowo akan maju terus untuk menjadi capres. Keyakinan Prabowo ini sangat banyak didukung kader Gerindra untuk jadi Presiden NKRI sesuai “mantra” Gus Dur,” jelas mantan Direktur Eksekutif Fitra ini.

Uchok mengungkapkan, Gus dur pernah katakan Prabowo akan jadi presiden ketika Prabowo sudah tua, dan dari pernyataan Gus dur ini banyak orang menyakini Prabowo akan jadi presiden saat sudah menua.

“Ada juga yang menyatakan bahwa pernyataan Gus dur hanya guyonan, atau hanya untuk menyenangkan Prabowo saja, tetapi yang jelas, rajin Prabowo melakukan konsolidasi politik mencapresan hanya untuk mencari wakil presiden buat Prabowo,” tutur Uchok.

“Tentu wakil presiden yang dicari Prabowo adalah tokoh dari kalangan NU. Bisa Gus Muhaimin, Khofifah Indar Parawansa, bisa juga orang NU luar Jawa, atau orang makasar yang bernama Andi Jamaro Dulung,” lanjut Uchok.

Uchok menerangkan, alasan pertimbangan wakil presiden Prabowo harus dari NU adalah pengalaman Prabowo dan Partai Gerindra yang selalu kalah dalam Pilpres karena wakilnya bukan orang tradisional alias NU.

Makanya, tambah Uchok, pertemuan malam Minggu lalu antara Muhaimin dan Prabowo, telah menghasilkan akan bekerjasama antara Gerindra dan PKB.

“Dalam bahasa politiknya, kalau sudah ada kerjasama, berarti pertemuan malam ini antara Prabowo dengan Muhaimin adalah malam pertunangan antara Prabowo dengan Muhaimin. Sepertinya Prabowo sudah melamar Muhaimin agar mau jadi wakil presiden, tentu wakil presiden buat Prabowo sendiri,” tutup Uchok Sky Khadafi. (Daniel)

Leave a Reply