Empat Pejabat Eselon II Kemdag Diperiksa: Mantan Mendag Menyusul?

Perkara Mafia Migor Terus Bergulir

JAKARTANEWS.ID-JAKARTA: Empat Pejabat Eselon II Kemdag (Kementerian Perdagangan) dicecar terkait mencari tersangka baru Perkara Mafia Minyak Goreng (Migor).

Dugaan pencarian tersangka baru dari kalangan Petinggi atau Aktor Intelektual Mafia Migor mengemuka, setelah berkas 5 Tersangka Mafia Migor dilimpahkan tahap I ke Penuntutan, Pidsus, Kejaksaan Agung, Rabu(15/6).

“Logikanya, jika berkas 5 tersangka sudah dilimpahkan oleh Tim Penyidik ke Jaksa Peneliti pada Direktorat Penuntuan artinya ada kemungkinan pengembangan perkara, ” kata Boyamin Saiman, Koordinator MAKI, Senin (20/6).

Sesuai ketentuan hukum beracara, tujuh hari setelah berkas dilimpahkan, baru diketahui berkas 5 tersangka lengkap atau tidak. Tujuh hari berikutnya, bila berkas tidak lengkap, maka tim jaksa peneliti akan memberikan petunjuk.

“Dalam konteks itu, tujuh hari pertama jatuh hari Rabu (23/6). Dus sulit ditepis, bila pemeriksaan ini tidak untuk mencari tersangka baru, ” akhirnya.

Sejak penyidikan hingga penetapan Dirjen Daglu Indrasari Wisnu Wardhana dan 4 tersangka lain, Mantan Mendag belum pernah diperiksa.

“Jangan ada keraguan untuk segera memanggil Mendag, ” pinta Ketua Tim Advokasi Patriot Indonesia (TAPI) Iqbal Daud Hutapea, Minggu (5/6).

Pemeriksaan Mendag,  menurut Iqbal guna memastikan  kebijakan yang dilakukan oleh Dirjen Daglu apakah atas perintah dan sepengetahuan dirinya sebagai Mendag ?

PEJABAT ESELON II

Empat Pejabat Eselon II,  Kemdag yang diperiksa,  adalah Asep Asmara (Sekretaris Ditjen Daglu) dan Farid Amir (Direktur Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan, Ditjen Daglu.

Lalu, Sri Haryati (Karo Hukum, Setjen, Kemdag) dan Sugih Rahmansyah (Karo Umum dan Layanan Penggadaan, Setjen).

Tiga saksi lain, yang diperiksa, adalah WW (Kabag Evaluasi dan Pelaporan Sekretariat Ditjen Daglu), AY (Kabag Organisasi dan Tata Laksana, Biro Hukum dan Organisasi pada Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian).

Terakhir, LS selaku Anggota Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI).

Hingga, pemeriksaan selesai tak satu pun dilakukan pencegahan bepergian ke luar negeri, meski Sugih Rahmsnyah dan Farid Amir sudah diperiksa berulang.

Kapuspenkum Dr. Ketut Sumedana menjelaskan ketujuh saksi diperiksa terkait penyidikan perkara Pemberian Fasilitas Ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan Turunannya, Januari 2021-  Maret 2022.

“Pemeriksaan guna memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan perkara, ” pungkasnya.

Dari catatan, Sugih Rahmansyah terakhir diperiksa, Kamis (9/6). Farid Amir terakhir diperiksa, Rabu (8/6) dan Selasa (12/4).

Selain mereka, Kejagung sudah pernah memeriksa Oke Nurwan (Dirjen Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri) dan  Isy Karim ( Direktur Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting, Ditjen Perdagangan Dalam Negeri), Senin (18/4).

Kantor Kemdag sendiri sempat digeledah bersama kediaman Dirjen Perdagangan Luar Negeri (Daglu) yang sekaligus menjadi tersangka bersama 4 tersangka lain, 5 dan 7 April 2022.

Sampai Selasa (19/4),lima orang tersangka yang ditetapkan, terdiri Stanley MA (Senior Manager Corporate Affairs Permata Hijau Group dan Master Parulian Tumanggor ( Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia).

Serta, Picare Togar Sitanggang (General Manager bagian General Affairs PT Musim Mas), Dirjen Daglu Indrasari Wisnu Wardana dan Lin  Che Wie (Peneliti yang diperbantukan di Kemdag). (ahi)

Leave a Reply