Masih Binggung Bedakan Siaran TV Digital dan Analog

JAKARTANEWS.TV -JAKARTA: Migrasi Peralihan siaran TV Analog ke siaran TV Digital terus digaungkan, agar masyarakat beralih, sebelum siaran analog dimatikan.

Dengan siaran TV digital, masyarakat bisa mendapatkan banyak keuntungan. Secara bertahap, pemerintah akan melakukan migrasi siaran TV digital dan menghentikan siaran TV analog.

Warga Kecamatan Pedurungan Kota Semarang mengaku masih binggung membedakan siaran TV analog dengan siaran digital.

“Sejauh ini bagus siaran TV dirumah tampilannya saat ini lebih bagus, baik itu gambar maupun suara,” kata Laily Yunica Ariyanti, saat diminta komentarnya tentang program TV Digital, Minggu (19/06/2022).

Guru SMK Negeri di Semarang ini menyebutkan, siaran TV dirumahnya ada beberapa channel yang tampilan gambar dan suara sangat bagus.

“Sepertinya TV dirumah saya sudah beralih ke siaran TV digital, dan dirumah juga tidak menggunakan Set Top Box (STB), karena TV dirumah TV baru yang sudah digital, ” ungkapnya.

Di sekitar lingkungan rumahnya juga kebanyakan sudah menggunakan siaran TV digital yang juga menggunakan tabung.

Dijelaskannya, untuk STB ini tetangga rumahnya mendapatkannya dengan membeli di toko elekronik.

Ia juga menyebutkan bantuan STB itu ada dari pemerintah. “Untuk bantuan pemerintah ini hanya bagi masyarakat tertentu, dipilih dari RT/RW,” ujarnya.

Laily Yunica pun mengetahui adanya program TV digital ini melalui Iklan Layanan Masyarakat yang disiarkan secara gencar di TV.

Ia juga mengatakan bahwa warga yang ada dilingkungan rumahnya ini kebanyakan sudah menggunakan TV digital.

Baginya menonton siaran TV digital ini lebih menarik dari segi gambar dan suara mungkin nantinya kita bisa memilih channel yang menarik, biarpun di Semarang saat ini belum menyeluruh channel yang di dapat, masih channel siaran TV lokal yang tercover, tambahnya.

Bagitu pula Kementerian Komunikasi dan Informatika terus memperluas wilayah cakupan peralihan siaran TV analog ke digital, atau analog switch off (ASO).

Saat ini, ASO tahap pertama yang sudah
dilakukan pada 30 April 2022 lalu, mencakup tiga wilayah siaran yang terdiri dari enam kabupaten dan dua kota.

Sementara itu untuk Kota Semarang masuk dalam Wilayah Layanan Jawa Tengah 1 atau wilayah siar 1, bersama Salatiga, Demak, dan Kabupaten Semarang.

Siaran TV digital saat ini sudah bisa dinikmati masyarakat, termasuk Kota Semarang meskipun baru masuk tahap kedua penghentian siaran analog.

TV digital dilengkapi dengan penerima siaran televisi digital yaitu system Digital Video Terestrial 2nd Generation.

Sehingga Jumlah channel TV yang diterima pengguna siaran TV digital jauh lebih banyak dari siaran analog. (Naek)

Leave a Reply