Terjadi pada Tahun 2017-2021, Pengamat Sugiyanto Beberkan 7 BUMD Jakarta Merugi Rp1,86 Trilun

Pengamat kebijakan publik Jakarta, Sugiyanto alias SGY. (joko) 

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Bedasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2017 bahwa Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) merupakan  badan usaha yang   modalnya dimiliki  Pemerintah Daerah. Namun data dari  Badan Pembinaan BUMD DKI Jakarta diketahui akumulasi rugi usaha 7 BUMD Jakarta sejak tahun 2017-2021 mencapai nilai Rp 1,86 triliun.

Hal itu disampaikan pengamat kebijakan publik Sugiyanto. “Pertama, kerugian terjadi pada PD Dharma Jaya, tahun 2020 senilai Rp 17,59 miliar dan tahun 2021 senilai Rp 14,73 miliar. Total kerugian usahanya menjadi Rp 32,33 miliar,” kata Sugiyanto di Balaikota DKI, Senin (20/6). Kedua,  Perumda Sarana Jaya merugi pada tahun 2021, yakni senilai Rp 338,79 miliar.

Sedangkan rugi usaha BUMD ketiga PT Pembangunan Jaya Ancol, Tbk. “BUMD yang 72% sahamnya milik Pemprov DKI Jakarta ini telah mengalami kerugian pada tahun 2020, yakni senilai Rp 392,86 miliar. Lalu pada tahun buku 2021 kerugian serupa terjadi senilai Rp 275,03 miliar. Dengan demikian total kerugian Ancol mencapai Rp 667,90 miliar,” ungkap Sugiyanto.

Selanjutnya rugi keempat pada PT Jakarta Propertindo (Jakpro). Rugi usaha terjadi sejak tahun 2019, yakni senilai Rp 76,22 miliar dan tahun 2018 rugi Rp 240,8 miliar. Lalu tahun 2021 mencatat rugi senilai Rp 110.83 miliar. “Total kerugian usahanya mencapai Rp 427,94 miliar,” tandasnya.

Kelima, kerugian pada PT Jakarta Tourisindo,  terjadi sejak tahun 2017, yakni senilai Rp 19,72. Kemudian pada  tahun 2018 juga mengalami rugi usaha  senilai Rp 15,45 miliar, lalu tahun 2019  mencatat rugi senilai Rp 21,81 miliar. “Totalnya rugi usahan PT Jakarta Tourisindo menjadi Rp 56, 98 miliar,” kata Sugiyanto.

Keenam adalah PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta (Persero). Perusahaan daerah yang melayani angkutan massal bawah tanah ini juga mengalami rugi usaha pada tahun 2017  senilai Rp 115,13 miliar, dan tahun 2018 senilai Rp 138,71 miliar. Lalu pada tahun 2020  kembali mengalami rugi usaha senilai Rp 69,09 miliar. “Total rugi menjadi Rp 322,94 miliar,” bebernya.

Terakhir rugi usaha yang ketujuh yakni BUMD PT Jamkrinda Jakarta. BUMD yang bergerak dalam bidang penjaminan kredit ini mencatat rugi usaha pada tahun 2021 yakni senilai Rp 16,39 miliar. “Jadi akumulasi rugi usaha  dari tujuh  BUMD Jakarta sejak tahun 2017-2021 selama pemerintahan Gubernur Anies mencapai nilai Rp 1,863 triliun. Ini angka yang sangat besar dan harus diusut hingga ke akar untuk mengetahui kondisi sebenarnya,” harap Sugiyanto. (joko)

Leave a Reply