Dua Direktur Ditjen Bea dan Cukai Dicecar, Petinggi Lintas Kementerian Belum Tersentuh

Mafia Impor Baja Berkutat 3 Tersangka

Kapuspenkum Dr. Ketut Sumedana. (Ahi)

JAKARTANEWS.ID -JAKARTA: Dua Direktur Ditjen Bea dan Cukai (BC) kembali diperiksa untuk kesekian kali dalam Perkara Mafia Impor Baja, 2016 -2021.

Namun, untuk kesekian kali pula tidak berubah status mereka alias saksi permanen usai diperiksa, di Gedung Bundar, Kejaksaan Agung.

Mereka, adalah Untung Basuki selaku Direktur Fasilitas Kepabeanan dan Nirwala Dwi Heryanto (Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa).

Terakhir diperiksa, Untung Basuki, Selasa (22/3). Sementara Dwi, diperiksa, Rabu (23/3).

Kapuspenkum Dr. Ketut Sumedana menjelaskan kedua Direktur Ditjen BC diperiksa dalam kapasitas saksi untuk 3 tersangka atas nama TB, BHL dan T.

“Pemeriksaan untuk memperkuat pembuktian dan pemberkasan perkara Impor Baja atau Besi, Baja Paduan dan Produk Turunan,” katanya, Senin (20/6) malam.

Sejauh ini 3 tersangka yang ditetapkan hanya sebatas pelaksana lapangan dan belum mejangkau Petinggi Lintas Kementerian.

Tersangka TB adalah Pejabat Eselon IV pada Ditjen Perdagangan Luar Negeri (Daglu), Kemdag (Kementerian Perdagangan). Lalu, BHL dan T adalah Pengurus Jasa Pembuatan Dokumen.

Tersangka lain, 6 Perusahaan Importir dalam kapasitas korporasi, namun Komisaris dan Direksi Perusahaan Impor belum disentuh.

“Harusnya, penyidikan tidak sebatas 3 tersangka dan 6 Korporasi, tapi juga mejangkau Oknum Petinggi, Komisaris dan Direksi Perusahaan Importir,” ujar Koordinator MAKI Boyamin Saiman, Selasa (21/6).

Meski demikian, dia memahami kesibukan Gedung Bundar yang menangani Skandal Mafia Migor dan lainnya.

“Beri, mereka kesempatan untuk bekerja,” saran Boyamin.

Secara terpisah, turut diperiksa AW selaku Kasubdit Penindakan dan Penyidikan pada Ditjen BC terkait
penjelasan mengenai syarat pengeluaran barang besi dan baja yang masuk dalam kategori pelarangan dan pembatasan.

KALIMANTAN STEEL

Kapuspenkum menjelaskan ikut diperiksa HA selaku Direktur PT. Kalimantan Steel (KS) terkait dampak dari lonjakan importasi besi atau baja, baja paduan dan produk turunannya.

Tidak dijelaskan keterkaitan PT. KS, perusahaan PMA yang berlokasi di Surabaya, Jatim ini.

“HA diperiksa terkakit pemberkasan 3 tersangka atas nama TB, HBL dan T,” tutur Ketut.

Pada bagian lain, diperiksa dua Pejabat Kemdag untuk pemberkasan 6 tersangka korporasi, yakni AR (Analis Perdagangan Ahli Muda pada Direktorat Impor Ditjen Daglu).

Serta, Sihard Hadjopan Pohan (Direktue Tertib Niaga pada Ditjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga. Terakhir, diperiksa, Rabu (8/6).

Saksi lain yang diperiksa, adalah DAAW (Manager Logistik dan UMKM PT WIKA terkait  penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam impor besi atau baja, baja paduan dan produk turunan  2016 -2021. (ahi)

Leave a Reply