Sambut Idul Adha, UI Bersama BAZNAS RI Gelar Seminar Ekonomi Kurban Pascapandemi

Seminar bertajuk Ekonomi Kurban Pascapandemi di Kampus UI Depok. (joko)

JAKARTANEWS.ID – DEPOK: Berkurban itu jangan hanya rutinitas tahunan saat Idul Adha saja yang hanya berdampak pada aspek spiritual umat Islam. Namun pada momen ini harus ada dampak meningkatkan ekonomi bagi peternak hewan dan perbaikan gizi bagi masyarakat mustahik.

Hal itu disampaikan Rahmatina Awaliyah Kasri, Kepala Pusat Ekonomi dan Bisnis Syariah (PEBS) Fakultas Ekonomi Bisnis, Universitas Indonesia pada acara seminar bertajuk Ekonomi Kurban Pasca Pandemi. Kegiatan yang digelar bekerja sama dengan BAZNAS RI tersebut berlangsung di kampus UI, Depok, Jawa Barat, Selasa (21/6). Seminar ini digelar dalam rangka menyambut Idul Adha pada 9 Juli 2022.

“Tingkat konsumsi daging masyarakat Indonesia masih jauh di bawah rata-rata. Dibanding dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura, kita masih jauh di bawahnya,” ujar Rahmatina pada acara yang diikuti sejumlah mahasiswa dan wartawan.

Tapi kini kondisi pasca pandemi sudah semakin baik pasokan daging sapi mauoun kambing. Apalagi tiap Idul Adha banyak kaum muslim berkurban dengan memotong sapi,  kerbau,  kambing atau domba. “Dengan suplai yang semakin banyak tentunya kita harapkan harganya juga bisa terjangkau dan yang penting juga peternak bisa menjual hewan ternaknya dengan harga yang layak, sekitar 20 persen dari harga normal,”  ucap Rahmatina.

Berdasarkan data BAZNAS dan PEBS FEB UI (2018) menunjukkan per-tahunnya ada perputaran dana sebesar Rp 69,9 triliun atau setara dengan 3,8 persen APBN 2022 selama pelaksanaan kurban. “Jadi ini potensi dananya luar biasa dan  harus dikelola secara optimal sesuai dengan prinsip syariah untuk mendorong pemberdayaan ekonomi rakyat,” ucap Rahmatina. Peternak, pemasok, jagal yang bekerja di rumah potong dan stakeholder lainnya ikut merasakan peningkatan kesejahteraan ekonomi dari pelaksanaan ibadah kurban.

Deputi l Bidang Pengumpulan BAZNAS RI, M Arifin Purwakananta mengatakan pihaknya selalu menggaungkan agar daging kurban dari kota dapat dinikmati oleh warga desa. “Idealnya juga masyarakat yang berkurban dapat memberdayakan keluarga peternak kecil, sehingga kurban menjadi sarana untuk meningkatkan peternakan milik masyarakat,” kata Arifin.

Menurutnya, BAZNAS juga turut mendorong modernisasi dalam berkurban, yakni dengan menggencarkan Kurban Online BAZNAS yang telah digaungkan sejak 2016 . Di masa pandemi, Kurban Online BAZNAS sangat relevan untuk diterapkan karena menunaikan ibadah kurban di BAZNAS dapat dilakukan dengan mudah dan nyaman tanpa harus keluar rumah, sehingga masyarakat tak harus saling bertemu untuk menghindari penularan Covid-19. “Dengan telepon genggam atau perangkat komputer, masyarakat  bisa berkurban melalui akses baznas.go.id/kurban,” jelas Arifin. (joko) 

Leave a Reply