Jelang Penetapan Tersangka, 5 Manajer Proyek BF Milik Krakatau Steel  Dicecar

Kejagung Sudah Kantongi Alat Bukti

Logo PT Krakatau Steel (ist)

JAKARTANEWS.ID -JAKARTA: Lima Manajer Proyek Pembangunan Pabrik Blast Furnace (BF) milik PT Krakatau Steel (KS),  tahun 2011 dicecar dua hari terakhir guna percepat penetapan tersangka.

Pemeriksaan mereka menindak lanjuti pemeriksaan 3 Direktur PT. KS dan PT. Krakatau Engineering (KE), Kamis (16/6).

Kasipenkum Dr. Ketut Sumedana menjelaskan pemeriksaan 5 Manajer Proyek Pembangunan BF rangkaian proses pembuktian dan pemberkasan.

“Semua dimaksudkan guna membuat terang tindak pidana (kemudian ditetapkan tersangka, Red),” kata Ketut, Rabu (22/6).

Mereka yang diperiksa dalam perkara yang disidik, sejak Rabu (16/3) bernomor : Print-14/F.2/Fd.2/03/ 2022 dan diduga merugikan negara sekitar Rp5 triliun, adalah AA dan IS, Rabu (22/6) dan  DK, MT dan MR, Selasa (21/6).

Sedangkan, 3 Direktur PT. KS dan PT. KE yang diperiksa, Kamis(16/6), terdiri AMS

Direktur SDM dan Pengembangan Usaha PT. KE (2010), Irvan Kamal Hakim (Dirut PT. KS 2012-2015) dan Firjadi Putra (Direktur Bisnis dan Operasi I PT. KE).

Perkara ini satu-satunya yang disidik, sejak Maret 2022 belum berbuah tersangka dibanding Skandal Migor, Skandal Impor Baja dan Penggadaan Pesawat Garuda.

“MAKI berkeyakinan tidak lama lagi penetapan tersangka mengingat semua pihak sudah diperiksa, ” tukas Koordinator MAKI Boyamin Saiman secara terpisah.

MANAJER PROYEK

Dari informasi yang dihimpun, 5 manajer proyek diperiksa untuk melengkapi keterangan para Direksi dan Pensiunan Direksi PT. KS dan PT. KE.

“Sejauh ini sudah diperoleh sudah dikantongi soal mismanajemen, penyimpangan dan dugaan suap. Keterangan para manajer proyek akan melengkapi alat bukti guna memetapkan para tersangka,” bocorkan sebuah sumber.

Mereka, terdiri 4 Mantan Dirut PT. KS,  Fawzar Bujang (November 2007 – Juni 2012), Sukandar (Periode 2015 – Maret 2017) dan Irvan Kamal Hakim (Juni 2012 – 2015) diperiksa Selasa (5/3). Mereka diperiksa terakhir, Selasa (19/4).

Lalu, Mantan Dirut PT. KS yang diperiksa, adalah Mas Wigrantoro Roes Setijadi (2017 – 2018),  Kamis (14/4).

Sementara para Mantan Dirut PT. KE yang telah diperiksa,  terdiri Imam Purwanto (Tahun 2011), Bambang Purnomo ( 2013), Wisnu Kuncoro (Dirut 2016) dan Lussy Adriaty Dede (2018), Senin (4/4).

Kapuspenkum menjelaskan AA diperiksa terkait kapasitas Project Control Manager BF selama 2016-2017, khusunya penyusunan kemajuan proyek bulanan ke Pemilik BF yakni PT. KS.

Dimana secara schedule of payment sudah dibayarkan oleh PT. KS ke PT. KE sebesar 85 % dari seluruh nilai kontrak dan sisanya dibayarkan melalui mekanisme Bridging Loan sehingga pembayaran sudah 100 persen.

“Akan tetapi progress pekerjaan belum mencapai 100 persen, karena ada beberapa pekerjaan yang masih dalam status remaining work dan rework serta belum lulus uji operasi,” beber Ketut.

Dalam kapasitas Project Manager BF September  -Desember 2017 bertugas pengadaan pemilihan subkontraktor, diperoleh data jumlah kontrak per Desember 2019 atau sampai BF dihentikan sebesar Rp2,221 triliun dan 27 juta dolar AS.

“Jumlah subkontraktor sebanyak 387,” pungkas Ketut. (ahi)

Leave a Reply