Kembali Diperiksa, Direksi 6  Perusahaan Impor Baja Bisa Pulang Melenggang

Tersangka Skandal Impor Baja. (Ist)

JAKARTANEWS.ID-JAKARTA: Jajaran Pengurus Enam  Perusahaan Importir kembali diperiksa terkait Skandal Impor Baja, 2016 – 2021, Kamis (23/6).

Kendati begitu, sampai pemeriksaan usai di Gedung Bundar, Kejaksaan Agung belum ada penambahan tersangka dan atau dicegah bepergian ke luar negeri.

Sampai kini, baru tiga tersangka, yakni  TB (Kasubag TU, Ditjen Perdagangan Luar Negeri, Kementerian Perdagangan), BHL dan T (Perusahaan Jasa Pengurusan Dokumen  Impor).

Serta enam tersangka korporasi, terdiri PT. Intisumber Bajasakti, PT. Duta Sari Sejahtera, PT. Prasasti Metal Utama, PT.  Perwira Adhitama Sejati, PT. Bangun Era Sejahtera dan PT. Jaya Arya Kemuning.

Kapuspenkum Dr. Ketut Sumedana mengatakan 5 Pengurus Perusahaan Importir diperiksa dalam kapasitas saksi untuk tersangka TB, BHL dan T.

“Pemeriksaan guna proses pembuktian dan pemberkasan perkara Impor Baja atau Besi, Baja Paduan dan Produk Turunan,” katanya, Kamis (23/6).

Tidak dijelaskan dalam keterangannya, apakah mereka bakal berubah statusnya, bila dari pemeriksaan ditemukan fakta baru.

Padahal, dari penyidikan terungkap adanya suap sebesar Rp50 juta untuk setiap pengurusan dokumen impor kepada TB juga kepada C (Alm), tapi tidak disebutkan jumlahnya.

“Pertanyaannya, apa mungkin seorang Kasubag TU notabene Eselon IV bisa mengolkan persetujuan impor hanya uang Rp50 juta,” tanya Koordinator MAKI Boyamin Saiman, secara terpisah.

“Saya berkeyakinan Para Petinggi dan Pengurus Perusahaan Importir tidak akan lolos jerat hukum. Mereka bisa dijerat Pasal Turut Serta Bersama-sama,” tutupnya.

BERULANG

Dari lima Pengurus Perusahaan Importir, beberapa diantaranya sudah diperiksa berulang dan sudah seperti Customer setia Gedung Bundar.

Lina Supriyanti (Dirut PT. Jaya Arya Kemuning) misalnya, sudah pernah diperiksa 3 kali, yakni 3 Rabu (6/4), Rabu (27/4) dan terakhir Mei 2020.

Lalu, Direktur PT. Prasasti Metal Utama inisial AH pernah diperiksa Kamis (12/5). dan Rabu (27/4). Direktur PT. Duta Sari Sejahtera WT pernah diperiksa Rabu (27/4).

Kemudian, ET (Direktur PT. Intisumber Bajasakti) pernah diperiksa Selasa (12/4) dan Kamis (19/4). Terakhir, THH (GM PT. Intisumber Bajasakti).

Ketut mengungkapkan LS diperiksa soal
penggunaan surat penjelasan (Sujel) yang diperoleh dari Tersangka BHL untuk mengimpor besi atau baja, baja paduan dan produk turunannya.

Lalu, AH  tentang PT.  Prasasti Metal Utama dipergunakan oleh BHL untuk mengimpor besi atau baja dengan menggunakan surat penjelasan (Sujel).

Juga ET, terkait penggunaan Sujel yang dari  BHL guna impor besi. Begitu juga GM PT. Intisumber Bajasakti THH terkait hal serupa.

“Sementara WT soal dokumen Pemberitahuan Impor (PIB) yang menggunakan surat penjelasan (Sujel) untuk mengimpor besi,” tuturnya.

DITJEN BEA CUKAI

Secara terpisah, diperiksa AW selaju Kasubdit Penindakan dan Penyidikan Bea dan Cukai terkait pemberkasan 6 tersangka korporasi.

Pemeriksaan ini melengkapi hal serupa terhadap Untung Basuki (Direktur Fasilitas Kepabeanan) dan Nirwala Dwi Heryanto (Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa) yang diperikaa Senin (20/6).

Terakhir diperiksa, Untung Basuki, Selasa (22/3). Sementara Dwi, diperiksa, Rabu (23/3).

Selain itu, juga diperiksa AC selaku Tenaga Ahli sebagai Programmer di Pusat Data dan Informasi, Kementerian Perdagangan, (ahi)

Leave a Reply