TAPI: Sangat Mungkin Berubah Status Tergantung Alat Bukti dalam Mafia Migor 

Mantan Mendag Diperiksa 12 Jam

Ketua Tim Advokasi Patriot Indonesia (TAPI) Iqbal Daud Hutapea. (Ahi)

JAKARTANEWS.ID -JAKARTA: Hampir 12 jam diperiksa Mafia Minyak Goreng (Migor), Rabu (22/6) adalah indikasi keterangan Mantan Mendag Muhammad Lutfi sangat penting untuk mengurai terjadinya peristiwa di tengah Pandemi Covid-19 saat itu.

“Sebagai Mendag saat itu, tentunya setiap kebijakan pemerintah dalam otoritasnya sebagai Mendag, tentu yang dilakukan Dirjen Daglu sepengetahuan Mendag,” kata Ketua Tim Advokasi Patriot Indonesia (TAPI) Iqbal Daud Hutapea, Kamis (23/6).

“Apakah kemudian, statusnya bakal berubah. Itu kewenangan Kejaksaan Agung. TAPI tidak buru-buru menilai. Yang pasti sesuai asas hukum ialah persamaan dihadapan hukum,” tambahnya.

Seperti diketahui, dalam Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR, 17 Maret 2020 Lutfi mengaku memiliki data soal Mafia Migor, yang telah membuat Emak Emak sejagat tanah air kecewa dan berderai air mata.

Selain itu, Dirjen Daglu (Perdagangan Luar Negeri) Indrasari Wisnu Wardhana notabene anak buahnya sudah dijadikan tersangka, sejak Selasa (19/4) bersama 4 orang tersangka lain dan ditahan.

Terakhir, statement Jaksa Agung ST. Burhanuddin  saat merilis para tersangka Mafia Migor bahwa Kejaksaan Agung akan mengusut siapa saja, termasuk Menteri, bila ada indikasi keterlibatan.

Lutfi digusur dari jabatan dan digantikan Zulkifli Hasan, Rabu (15/6). Rabu juga sepekan setelah diganti, akhirnya dia baru dapat diperiksa.

Empat tersangka lain Mafia Migor, adalah
Stanley MA (Senior Manager Corporate Affairs Permata Hijau Group) dan Master Parulian Tumanggor ( Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia).

Lalu, Picare Togar Sitanggang (General Manager bagian General Affairs PT Musim Mas) dan Dirjen Lin  Che Wie (Peneliti yang diperbantukan di Kementerian Perdagangan- Kemdag).

SETENGAH HARI

Mantan Mendag mendatangi Gedung Bundar, Kejagung sekitar pukul 09. 10 WIB dan keluar ruang pemeriksaan sekitar pukul 21. 09 WIB.

Lutfi tidak banyak komentar soal pemeriksaan dirinya dan mempersilahkan menanyakan langsung ke Kejagung.

“Sebagai warga negara taat hukum saya penuhi panggilan Kejagung. Semua pertanyaan sudah saya jawab. Silahkan tanya (ke Kejagung),” ujarnya masih nampak bugar kendati hampir 12 jam diperiksa.

Direktur Penyidikan pada Jampidsus Dr. Supardi secara terpisah mengungkapkan tim penyidik menanyakan latar belakang dan implementasi kebijakan soal harga eceram tetap minyak goreng,  kewajiban pemenuhan pasar dalam negeri (DMO) dan lainnya.

“Kita juga melakukan penyitaan sejumlah dokumen, ” akhiri pria yang dikenal integritas dan selalu menjawab pertanyaan wartawan dengan senyuman.

TERSANGKA BARU

Sebelum ini, Senin (20/6) Koordinator MAKI Boyamin Saiman telah mengisyaratkan bahwa penyidikan Mafia Migor tidak akan berhenti pada lima tersangka.

Asumsinya, berkas perkara 5 tersangka sudah dilimpahkan tahap I ke Penuntutan, Rabu (15/6) dan baru seminggu kemudian dapat diketahui berkas perkara lengkap atau tidak, Rabu (22/6). Bila berkas belum lengkap, tim jaksa peneliti memberikan petunjuk (P-19) ke tim penyidik.

“Namanya serba mungkin, tentu jawabannya juga mungkin. Hanya tim penyidik yang tahu alat bukti apa yang sudah dimiliki, setelah pemeriksaan Mantan Mendag,” tambah Iqbal.

Disamping itu, ketika berkas perkara 5 tersangka tengah diteliti di Penuntutan, tim penyidik tetap memeriksa dan terakhir, Senin (20/6) memeriksa Empat Pejabat Eselon II,  Kemdag, yakni Asep Asmara (Sekretaris Ditjen Daglu) dan Farid Amir (Direktur Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan, Ditjen Daglu.

Lalu, Sri Haryati (Karo Hukum, Setjen, Kemdag) dan Sugih Rahmansyah (Karo Umum dan Layanan Penggadaan, Setjen). (ahi)

Leave a Reply