Daging Dikemas dalam Kaleng, Bazis DKI Ajak Warga Jakarta Berkurban Secara Online

Ketua Baznas (Bazis)  DKI Achmad Abubakar (tengah) bersama panitia Kurban Online. (joko) 

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Baznas (Bazis) DKI Jakarta mengajak masyarakat untuk melaksanakan kurban secara mudah yakni melalui link kurban online baznasbazisdki.id/kurban. Hewan kurban yang dipercayakan kepada lembaga amil zakat resmi ini dagingnya akan didistribusikan kepada para mustahik dalam kemasan kaleng. 

Hal itu disampaikan ketua Baznas (Bazis)  DKI Jakarta DR. Achmad Abubakar kepada wartawan pada acara jumpa pers ‘Kurban Semakin Istimewa’ di kantornya kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (24/6). “Pada Idul Adha tahun ini target kami adalah memotong sekitar 5.000 ekor hewan senilai Rp 14 miliar,” kata Abubakar didampingi Ketua Panitia Kurban Semakin Istimewa TB Fatahillah, panitia kurban Ale Abdullah, dan Kabid Distribusi Achmad Soleh.

Ia optimis akan melampaui target karena kegiatan ini mendapat dukungan dari Pemprov DKI dan Korpri. “Kami juga berkolaborasi dengan BUMD DKI. Insya Allah,  target 5.000 ekor hewan bisa terealisasi,” kata Abubakar sambil mengimbau masyarakat untuk berpartisipasi dalam program kurban online. Daging akan diolah menjadi rendang dan dikemas dalam kaleng supaya lebih higienis dan awet.

Kurban dapat dilakukan secara online  melalui link resmi tersebut di atas,  juga bisa transfer lewat rekening BCA 0359118181 atas nama Baznas (Bazis) DKI Jakarta atau Bank DKI Syariah 70209333330 atas nama yang sama. “Adapun harga hewan  telah ditetapkan sebagai berikut. Untuk seekor kambing antara 18 dan 20 kg harga Rp 2,8 juta. Patungan sapi untuk tujuh orang masing-masing sebesar Rp 2,8 juta. Sedangkan harga seekor sapi yang beratnya antara 200 dan 230 kg harganya Rp 19,6 juta,” papar Abubakar.

Daging kurban dikemas dalam kaleng, sebelumnya pernah dilakukan sehubungan era pandemi Covid-19. “Ternyata kaum mustahik banyak yang senang dapat daging kaleng, karena tidak cepat basi sehingga bisa dimasak saat dibutuhkan. Maka sejak itu, kita makin fokus terhadap kemasan kaleng,” tambah Fatahillah. (joko) 

Leave a Reply