Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home2/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26

PKS Tolak Rencana Pemerintah Naikkan Harga LPG dan BBM

Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto. (Ist)

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) DPR RI menolak rencana pemerintah menaikan harga BBM dan LPG.

F-PKS DPR RI menilai kenaikan itu akan memberatkan ekonomi masyarakat yang belum pulih seratus persen akibat hantaman pandemi Covid-19.

Demikian kata Wakil Ketua F-PKS DPR RI Bidang Industri dan Pembangunan Mulyanto, kepada para awak media, Senin (11/7/2022).

Mulyanto menyebut, kenaikan harga BBM dan LPG itu akan memperlemah daya beli masyarakat yang ujung-ujungnya memicu inflasi tinggi.

“Ini tentu membahayakan ketahanan ekonomi nasional, oleh karenanya PKS tidak setuju dengan kenaikan harga BBM dan LPG di tengah naiknya harga barang-barang pokok masyarakat. Ini dapat meningkatkan inflasi. Sementara daya beli masyarakat belum pulih benar dari hantaman Covid-19. Tentu hal ini akan memberatkan mereka,” ujar Anggota Komisi VII DPR RI ini.

Mulyanto menuturkan, F-PKS DPR RI memahami adanya tekanan atas APBN dan keuangan Pertamina karena kenaikan harga migas dunia.

“Hal itu akibat posisi Indonesia sebagai negara net importer migas, namun itu bukan alasan bagi Pemerintah menaikan harga BBM dan LPG non subsidi secara sembarangan,” imbuh Mulyanto.

Kalau pun harus dinaikan, lanjut Mulyanto, maka besarannya harus dihitung secara cermat dengan mempertimbangkan daya beli masyarakat.

“Dan untuk usaha mikro dan kecil, harus tetap terbuka aksesabilitasnya untuk mendapatkan BBM dan LPG subsidi. Ini harus dijamin pemerintah,” tegas Anggota Baleg DPR RI ini.

Terkait kenaikan harga Pertamax Turbo, legislator asal Dapil Banten 3 ini menilai ada kemungkinan terjadi migrasi dari pelanggan Pertamax Turbo ke Pertamax, namun jumlahnya tidak besar karena disparitas harga keduanya tidak terlalu lebar.

“Karena sama-sama BBM umum, maka mungkin jumlah pelanggan yang bermigrasi tersebut tidak banyak,” tandas Mulyanto. (Daniel)

Exit mobile version