Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26

Buronan DK Ditangkap di Jakarta Pusat: Kapan Giliran Buronan Gedung Bundar Ditangkap?

Tim Tabur Kejagung Kembali Beraksi

Buronan DK (tengah) diapit Tim Tabur Kejagung. (Ist)

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Tim Tabur (Tangkap Buronan) Kejaksaan Agung berhasil menangkap DK, S. Ag yang buron sejak 9 November 2020, Jumat siang, di Gambir, Jakarta Pusat.

DK Sarjana Agama, tersangka perkara dugaan penyelewengan dana hibah Pemko Bukitinggi (Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga) kepada KNPI Kota Bukitinggi sebesar Rp200 juta.

Berbeda dengan Abertus Sugeng Mulyanto,  buronan Pidsus (Gedung Bundar) Kejaksaan Agung juga berstatus tersangka perkara penjualan lahan di Jatinegara sampai tahun ketiga buron belum ditangkap.

Jauh ke belakang, Juni (Direktur CV Sri Makmur) perkara Proyek Turbin, Belawan, Medan serta Eks. Komisaris dan Direksi PT. Victoria Sekuritas Indonesia Suzana Tanojo dan Rita Rosela, tersangka perkara Victoria buron sejak 2015 dan 2016 tidak diketahui rimbanya.

“Ini menjadi tantangan Tim Tabur Kejagung untuk menangkapnya agar perkaranya bisa dibawa ke pengadilan, ” kata Ketua Tim Advokasi Patriot Indonesia Iqbal Daud Hutapea, Jumat (15/7) malam

PEDAGANG

Kapuspenkum Dr. Ketut Sumedana mengatakan tersangka DK dinyatalan sebagai buronan, karena saat dipanggil untuk diperiksa Tim Penyidik Kejari Bukittinggi, Sumbar tidak pernah datang.

“Akhirnya, sejak 9 November 2020 dimasukan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) alias Buronan, ” ujar Ketut, Jumat petang.

Ketut melanjutkan penetapan DK ssbagai tersangka berdasarkan Surat Penetapan Tersangka Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bukittingi, 14 Mei 2019.

“Status DK adalah Pedagang, ” ucapnya.

Melalui program Tabur Kejaksaan, Jaksa Agung  meminta jajarannya untuk memonitor dan segera menangkap Buronan yang masih berkeliaran untuk dilakukan eksekusi untuk kepastian hukum.

“Dihimbau  kepada seluruh DPO Kejaksaan untuk menyerahkan diri dan mempertanggung-jawabkan perbuatannya karena tidak ada tempat yang aman bagi para Buronan,” kutip Ketut. (ahi)

Tinggalkan Balasan