Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26

Pengamat Rinaldi Nilai Indonesia Bukan Pelanduk di tengah Seteru Tiongkok – AS

JAKARTANEWS.ID — JAKARTA: “Indonesia jangan menjadi Pelanduk ketika dua Gajah berkelahi,” ujar Rinaldi Rais, pengamat kebijakan publik, Sabtu (16/7). Kiasan kalimat itu sewaktu Tiongkok dan Amerika Serikat berseteru dan menyeru agitatif kepada Nusantara.

Pengamat Rinaldi Rais menjelaskan ajakan berbau agitasi itu justru mengkhawatirkan posisi Indonesia bagai Lepas dari Mulut Buaya tetapi Jatuh masuk Mulut Harimau. Artinya, siapapun pemenang (penguasa) dipastikan tetap terancamnya kedaulatan Indonesia.
Dijelaskannya, posisi strategis Negeri Kepulauan Sabang-Merauke menjadi incaran aneksasi mancanegara terutama negara adidaya kini sekelas Amerika Serikat & Tiongkok beserta kroninya. Apalagi limpahan sumber daya alam yang dikandung Ibu Pertiwi, yang seharusnya sudah dinikmati sejak Proklamasi didasari ideologi Pancasila & UUD 1945 aseli.
“Sejarah mencatat kita pernah menikmati diplomasi cerdas tingkat tinggi ala Pemerintahan Orde Lama,” ujar Rinaldi, yang juga praktisi hukum itu. “Indonesia menerima benefit perseteruan Blok Barat pimpinan Amerika Serikat, dan Blok Timur dipimpin Uni Sovyet kala itu.”
Komplek gedung Istana Olah Raga (Istora, kini Gedung Bung Karno) Senayan, dan Jalan By Pass (bebas hambatan) sepanjang Cililitan arah Tanjung Priok, menjadi bukti sejarah. Menyusul diplomasi para pejuang kemerdekaan mulai Ki Agus Salim, M.Hatta, Bung Tomo, Pa’Dirman dll.
CNBCIndonesia mengabari Pemerintah Cina mewanti-wanti negara ASEAN agar tidak menjadi pion (memihak) negara besar dunia, yang digunakan sebagai bidak catur dari persaingan kekuatan besar dan dari paksaan.
“Masa depan wilayah kita harus ada di tangan kita sendiri, yang harus melindungi wilayah ini (ASEAN) dari perhitungan geopolitik..,” ujar Menlu Cina, Wang Yi, saat pidato diterjemahkan di Sekretariat ASEAN di Jakarta, seperti dilaporkan Reuters (Senin, 11/7/2022), tatkala hubungan memanas Beijing-AS terkait wilayah Laut Cina Selatan (LCS).
Cina mengklaim hampir seluruh wilayah lautan LCS itu sebagai wilayahnya berdasar apa yang dikatakannya sebagai peta sejarah. Ini bertentangan dengan klaim teritorial negara di kawasan itu seperti Filipina, Malaysia, dan Vietnam.
Di sisi lain, AS menyebut klaim Cina ini sebagai sesuatu yang ilegal. Washington bahkan seringkali menugaskan kapal perangnya ke LCS dalam sebuah misi yang disebut sebagai kebebasan navigasi.
Bangkrut ?
Indonesia, bagi pengamat kebijakan publik Rinaldi Rais, diibaratkan Hidangan Kuliner franchise; hanya sebatas menjualkan dagangan orang dengan keuntungan dibatasi. Lalu kapan Pasal 33 ayat (3) UUD 1945 aseli terealisasi bagi kemakmuran seluruh anak bangsa? “Bagai Menunggu Godot-nya Samuel Beckett, sastrawan Irlandia yang besar di Perancis,” ulas pengamat Rinaldi.
Mengutip buku APBN Kita, jumlah utang negara mencapai Rp7.002 triliun pada Mei 2022. Angka itu naik dari posisi bulan sebelumnya yang hanya sebesar Rp7.040 triliun. Sementara inflasi Juni 2022 tercatat 0,61% dibanding bulan sebelumnya (month-to-month/mtm) dengan inflasi tahun kalender 3,19%, yang secara tahunan (year-on-year/yoy) inflasi Juni 2022 berada di 4,35%. Lebih tinggi dibanding Mei 2022 yang 3,55% atau tertinggi sejak Juni 2017. Sedangkan inflasi inti mencapai 2,63% dan harga yang diatur pemerintah 5,33% serta yang bergejolak 10,3%.
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, pun mengingatkan kemungkinan resesi & mewaspadai lonjakan harga sejumlah bahan pangan & energi yang bisa menimbulkan inflasi tinggi sejumlah negara. “Di Indonesia tidak semua harga bisa ditahan (tidak naik) agar tidak berdampak kepada masyarakat,” ujarnya saat Raker Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) Selasa (7/6).
Menanggapi ini Bhima Yudhistira mengkhawatirkan Indonesia terseret resesi ekonomi tertular Laos & Myanmar, bakal terulang krisis moneter berawal Thailand pada 1998. “Rasio utang atas PDB digabung utang swasta menggambarkan kondisi komprehensif. Jadi, rasio utang negara sebagai trik pembebanan ke BUMN penugasan bakal berujung beban APBN jika BUMN bermasalah,” urai Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) itu, dikutip CNN Indonesia.com
Bank Indonesia (BI) mencatat cadangan devisa RI per Juni 2022 sebesar US$136,4 milyar, atau naik dari bulan sebelumnya yang US$135,6 milyar. Meski begitu, bukan berarti pemerintah bisa ongkang-ongkang kaki. Sebab, utang negara juga terus bertambah kendati rasio utang terhadap PDB masih rendah cuma 38,88 persen hingga Juni 2022. (royke)

Tinggalkan Balasan