Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26

Pemprov DKI Jalin Kerjasama Antardaerah untuk Kendalikan Kebutuhan Pangan di Jakarta 

Wagub Ariza berfoto bersama jajaran Tim Pengendali Inflasi Daerah Tahun 2022. (joko) 

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Pemprov DKI Jakarta menyelenggarakan High Level Meeting dan Capacity Building Tim Pengendalian Inflansi Daerah (TPID)  Tahun 2022, di Balaikota, Kamis (21/7). Wakil Gubernur Ahmad Riza Patria menekankan pentingnya meningkatkan kolaborasi dan koordinasi dengan berbagai pihak dalam pengendalian inflasi di Jakarta. 

“Kolaborasi dan penggunaan informasi IT untuk pengendalian inflasi di DKI Jakarta sangat penting. Selain kerjasama antara daerah, untuk mengendalikan inflasi perlu pula memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak, seperti Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta, OJK Regional I DKI banten, Bulog, dan sebagainya. Untuk itulah forum ini sudah tepat jika telah mengundang berbagai pihak yang terlibat dalam pengendalian inflasi di Jakarta itu,” paparnya.

Selain itu, inovasi TPID dalam mengendalikan harga-harga kebutuhan di Jakarta sangat diperlukan. Mengingat masalah ekonomi daerah dari tahun ke tahun akan bertambah kompleks. Apalagi di tengah ketidakpastian ekonomi global yang membuat harga-harga  di pasar dunia naik. Jadi salah satu tugas penting TPID adalah mengupayakan agar harga-harga, khususnya kebutuhan pokok terkendali dan stabil. “Kerja sama ini  sangat penting, untuk dapat menjaga pasokan dan kestabilan harga untuk warga Jakarta. Tidak mungkin TPID bisa melakukannya sendiri. Setidaknya perlu adanya koordinasi yang baik, antar daerah untuk memastikan ketersediaan stok dan pasokan,” jelas Wagub Ariza.

Jakarta sebagai kota dengan sekitar 98% kebutuhan pangan dipasok dari luar Jakarta, maka tentu kerja sama antar daerah untuk memastikan ketersediaan stok dan pasokan sangat penting. Untuk itu, Wagub Ariza menegaskan, kolaborasi antar daerah pun harus ditingkatkan dengan memanfaatkan teknologi informasi terbaru yang tepat, antara lain untuk mengetahui potensi surplus, stok pangan, dan lain sebagainya. “Pemprov DKI Jakarta melalui BUMD bidang pangan sudah banyak melakukan kerja sama antar daerah, khususnya beras dan daging perlu ditingkatkan dan dibuat lebih sistematis berdasarkan peta kebutuhan dan potensi suplai sepanjang tahun,” imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, Jakarta sebagai barometer ekonomi nasional dan kota megapolitan, aktivitas perekonomian di Jakarta tentu akan menjadi barometer kegiatan perekonomian bagi daerah lain di Indonesia. Kontribusi Jakarta secara ekonomi bagi nasional juga terbesar, yaitu sebesar 17,19%. “Peran Jakarta dalam menjaga inflasi nasional sangat besar. Hal ini terlihat dalam perhitungan Bank Indonesia (2020) yang menyatakan bahwa bobot inflasi Jakarta terhadap nasional sebesar 27,33%. Maka jika inflasi di Jakarta tinggi, maka tinggi pula inflasi secara nasional,” papar Wagub Ariza.

Inflasi diperkirakan akan naik tahun 2022 ini. Dari sisi harga, terang Wagub Ariza, inflasi Jakarta tahun 2022 diperkirakan lebih tinggi daripada tahun 2021, seiring dengan membaiknya kondisi permintaan yang didorong aktivitas ekonomi yang lebih tinggi. Berdasarkan data inflasi dari BPS, tingkat inflasi daerah-daerah di Pulau Jawa pada Mei 2022 saja sebagian besar berada dalam kisaran sasaran inflasi nasional dan berada dalam tren meningkat. (joko)

Tinggalkan Balasan