Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26

Siaga 98: Peradilan Tempat Mencari Kebenaran dan Keadilan atas Peristiwa Tewasnya Brigadir J

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Siaga 98 (Simpul Aktivis Angkatan 98) berpendapat peradilan adalah tempat satu-satunya menemukan kebenaran dan keadilan dalam peristiwa tewasnya Brigadir J. Peradilan adalah benteng terakhir keadilan.

Demikian disampaikan Koordinator Siaga 98 Hasanuddin kepada para wartawan, Jumat (22/7/2022).

Dalam konteks ini, kata Hasanuddin, Kapolri diuji profesionalitasnya sebagai penegak hukum dan manajemen penanganan perkara demi tertib hukum terhadap korban dan pelaku yang sama-sama anggota Polri.

Hasanuddin berharap, tidak ada konflik kepentingan dalam penegakan hukum ini.

“Kapolri saatnya mengumumkan penilaian terhadap Standar Operating Prosedur (SOP) penanganan perkara tewasnya Bigadir J disemua jenjang organisasi kepolisian, sebab Polres, Polda, dan Mabes sudah terlibat secara keorganisasian sejak awal,” tutur Hasanuddin.

Hasanuddin menilai secara keorganisasian Penanganan Tewasnya Brigadir J ini tidak lazim sejak permulaan, dan oleh sebab itu perlu evaluasi secara menyeluruh dan komprehensif.

Selain itu, lanjut Hasanuddin, semua proses saat ini yang dilakukan bertujuan menemukan kebenaran fakta dan motif untuk segera dibawa ke persidangan.

“Actus reus dan mens rea-nya biarlah diuji dipersidangan, dan hakim yang menentukan,” imbuh Hasanuddin.

Hasanuddin menegaskan, tugas Kapolri adalah memastikan peristiwa dan motifnya tidak di rekayasa.

“Hal ini sejalan dengan pernyataan Presiden Jokowi agar di buka secara transparan. Dibuka secara transparan didalam pengadilan maksudnya,” terang Hasanuddin.

Terhadap peristiwa ini, Hasanuddin mengapresiasi Indonesia Police Watch (IPW) yang telah mengadvokasi peristiwa ini sehingga ada pengawasan.

“Pihak Keluarga yang sudah menempuh prosedur hukum dengan menunjuk tim hukum dalam mencari kebenaran dan keadilaan,” tegas Hasanuddin.

“Reformasi 98 adalah era dimana kebenaran dan keadilan menjadi isi dan ruangnya hukum kita,” tuntas Hasanuddin. (Daniel)

Tinggalkan Balasan