Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26

Berdampak Pada Lingkungan, Lucy Kurniasari: BPOM Layak Tunda Label BPA

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Wajar mengemuka polemik terkait rencana BPOM menerbitkan peraturan pelabelan risoko Bisfenol A (BPA) pada produk air minum dalam kemasan (AMDK).

Hal itu terjadi karena selama ini produk air minum dalam kemasan ulang tidak ada masalah, bahkan BPOM menyatakan air minum dalam kemasan ulang aman untuk dikonsumsi.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi IX DPR RI Lucy Kurniasari menilai, tidak ada alasan yang cukup logis bagi BPOM untuk melaksanakan rencana tersebut.

“Sebab, tidak ada persoalan mendasar terkait air kemasan yang menggunakan galon berulang,” jelas Lucy kepada para wartawan, Sabtu (23/7/2022).

Menurut Lucy, rencana BPOM menerbitkan BPA pada produk air minum dalam kemasan untuk satu kali justru menimbulkan tanda tanya.

“Rencana ini dikhawatirkan justru akan berdampak pada lingkungan, sebab dengan sekali pakai akan menimbulkan tumpukan limbab plastik yang semakin banyak di Indonesia,” ungkap Ketua DPC Partai Demokrat Kota Surabaya ini.

Padahal, lanjut Lucy, selama ini sudah dilakukan kampanye lingkungan terkait pembatasan penggunaan plastik.

“Kampanye tersebut akan bertentangan dengan rencana menggunakan galon plastik sekali pakai untuk air dalam kemasan,” terang Lucy.

Selain itu, tutur Lucy, rencana peraturan label BPA dikhawatirkan sebagai ajang persaingan usaha.

Kalau hal itu yang terjadi, ujar Lucy, BPOM tidak diperkenankan terlibat.

“BPOM harus berada di luar persaingan usaha, agar rencana peraturan label BPA tidak terkesan pesanan sehingga merugikan dunia usaha air minum kemasan dengan galon berulang dipakai,” tegas Ning Kota Surabaya 1986 ini.

Lucy pun menghimbau agar BPOM menunda rencana tersebut.

“BPOM harus terlebih dahulu melakukan kajian yang objektif atas dampak bila rencana tersebut dikeluatkan BPOM,” imbuh Lucy.

Kalau kajian itu sudah ada, tambah legislator asal Dapil Jatim 1 ini, barulah persoalan itu dibawa ke Komisi IX DPR RI untuk dibahas bersama.

“Dengan begitu, rencana BPOM tersebut sudah melalui kajian ilmiah dan hasilnya sudah dibahas dengan DPR RI,” pungkas Lucy Kurniasari. (Daniel)

Tinggalkan Balasan