Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26

Dari Mustahik Jadi Muzaki, Pelaku UMKM Binaan BAZNAS Sukses Menjadi Pengusaha Roti

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) berhasil membina seorang  pelaku UMKM yang awalnya cuma mampu memproduksi 30 roti kini mencapai 1.650 roti per hari. Metty Novianty, warga Pisangan Baru, Jakarta Timur,  yang sebelumnya dikatagorikan sebagai mustahik kini telah menjadi muzaki dan mempekerjakan 13 pegawai. 

Sejak didampingi BAZNAS meliputi berbagai masalah UMKM,  kini Metty mampu memproduksi ribuan roti dalam satu hari dan sudah bermitra dengan 800 warung yang tersebar di wilayah Jakarta, 3 koperasi, 1 rumah produksi, serta mampu memberdayakan masyarakat sekitar dengan menjadikan karyawannya. “Ini bukti bahwa dana zakat yang diberikan oleh para muzaki kepada para mustahik itu mampu berbuat nyata. Faktanya bahwa dana dari muzaki dapat menciptakan muzaki baru dari orang yang dulunya mustahik,” ujar Pimpinan BAZNAS RI Saidah Sakwan MA, di kediaman Metty, Matraman, Jakarta Timur, Jumat (22/7).

Saidah menjelaskan, proses yang dilalui Ibu Metty ini tidak semudah yang dibayangkan. Butuh waktu sekitar tiga tahun untuk menjadikan usahanya semakin berkembang. “Selama dalam perjuangan BAZNAS mendampingi Ibu Metty mulai dari permodalan, pelatihan dan hari ini yang kita dampingi lagi adalah mengurus PIMD dan sertifikasi halal karena UMKM kita ini agak kesusahan untuk mengurusnya,” kata Saidah.

Saidah juga mengucapkan terima kasih kepada Ibu Metty yang telah bekerja keras untuk keluar dari posisi mustahik. Kerja kerasnya telah berbuah manis bisa menjadi muzaki. Bukan hanya bisa menghidupi diri sendiri tetapi juga orang lain. Tahun ini, BAZNAS menargetkan ada 400.000 mustahik menjadi muzaki secara nasional melalui berbagai program-program unggulan BAZNAS.

Metty menjelaskan bagaimana usahanya dapat bertahan meski di tengah pandemi Covid-19. Belum lagi bahan-bahan roti yang semakin naik membuatnya harus melakukan strategi agar kualitas rotinya tidak menurun.  Ia  juga memastikan bahan-bahan yang digunakan untuk membuat rotinya terjamin halal dan sehat untuk dikonsumsi.

Metty sangat bersyukur selama ini menjadi binaan BAZNAS. “Awalnya pada tahun 2017 saya hanya mampu membuat 30-an roti yang dijual kepada tetangga. Sejak dibantu BAZNAS,  usaha saya meningkat dan kini tiap hari mampu memproduksi 1.650 roti dengan harga satuan Rp 2.500,” pungkasnya.  (joko)

Teks foto: Pimpinan BAZNAS Saidah Sakwan meninjau kediaman Metty,  pengusaha roti yang sedang menuju sukses. (joko)

Tinggalkan Balasan