Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26

DR Kun Wardana Abyoto Yakini Hubungan Industrial Pancasila Solusi Ketenagakerjaan Humanis

JAKARTANEWS.ID — JAKARTA: Praktisi ketenagakerjaan, DR Ir Kun Wardana Abyoto MT, menilai hubungan industrial Pancasila merupakan rumusan terbaik tatakelola yang harmonis untuk mendorong manajemen perusahaan memproduksi barang & jasa di Indonesia.

“Hubungan industrial Pancasila memiliki banyak nilai tambah bagi ketenagakerjaan nasional dibanding konsep serupa dalam demokrasi liberal berfalsafah individualisme, atau perjuangan klas berfalsafah marxisme-komunisme, maupun berdasar komitmen seumur hidup di Jepang,” ujar “bocah ajaib” bertitel insinyur teknik pada usia 18 tahun itu, Minggu (24/7).
Kun Wardana beralasan, hubungan industrial Pancasila merupakan solusi terbaik dalam menyelesaikan sengketa ketenagakerjaan secara humanis berdasar kepercayaan. “Tanpa ada perasaan menang atau kalah melalui penyelesaian bipartit maupun tripartit,” ujar juri penghargaan Lembaga Kerjasama Bipartit tingkat nasional 2022 Kemenaker itu.
Apalagi, sambungnya, kondisi dunia usaha kekinian dibayang-bayangi kebijakan pandemi covid19 dan pemberlakuan Omnibuslaw UU Cipta Kerja nomor 11 tahun 2020 dengan merevisi UU Ketenagakerjaan nomor 13 tahun 2003. Menyusul banyaknya pemutusan hubungan kerja masal, bahkan di antaranya menerapkan UU 11/2020.
Hal senada pernah diungkap Sekretaris PD FSP KEP SPSI Jabar, Hermansyah SH. Katanya, isu pandemi menjadi alasan gelombang PHK masal karena benar terdampak atau “memanfaatkan” demi kompensasi hak pekerja rendah selain pengusaha masih ada melanggar hak normatif lain seperti berserikat dan berunding.
“Apakah situasi itu gambaran adanya penerapan hubungan industrial Pancasila oleh pemerintah & pengusaha? Atau justru terjadi penyimpangan lebar dari konsep berbasis Pancasila, sesuai Pasal 1 angka (16) UU 13/2003 tentang dasar pembentukan Hubungan Industrial?” urainya dalam pengantar diskusi bertema serupa, Kamis (2/6/2021).
Falsafah Hidup
Kun Wardana Abyoto mengungkapkan keajaiban Pancasila, yang digali berdasar tata kehidupan masyarakat Nusantara oleh para pendiri bangsa itu, sudah teruji selama transisi Pemerintahan yang dibangun pasca-Proklamasi 17 Agustus 1945.
Mulai sistem Pemerintahan Presidensiil berdasar Konstitusi UUD 1945 dengan falsafah Pancasila periode 18 Agustus 1945 hingga 27 Desember 1949; berubah hingga 17 Agustus 1950 berdasar Konstitusi Republik Indonesia Serikat karena ada beberapa daerah masih dikuasai penjajah asing; kembali berubah sampai 5 Juli 1959 bersistem Parlementer memakai UUD Sementara; dan Dekrit Presiden untuk Kembali ke UUD 1945 aseli pada 18 Agustus 1945.
“Memang butuh kesadaran spiritual untuk memahami hubungan industrial Pancasila karena terkandung nilai-nilai kemanusiaan universal dan berkeadilan yang sesungguhnya,” tutup peraih doktor berpredikat Judicium Cumlaude bidang Matematika & IPA dari ITB Bandung 1999 itu. (royke)

Tinggalkan Balasan