Fenomena Anies Baswedan Gusur Stigma Kampret – Cebong

Oleh: Rinaldi Rais *)

Membludak, rakyat yang berdatangan dari berbagai daerah ikut mengantar kepulangan Anies Rasyid Baswedan dari kursi singgasana Balaikota DKI, Jakarta Pusat menuju rumahnya bilangan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, usai mengakhiri masa jabatannya lima tahun sampai 16 Oktober 2022.

Gedung Balaikota DKI Jakarta bergemuruh tidak biasa walau dibanding dengan gubernur-gubernur sebelumnya. Periode terdekat yaitu Joko Widodo Atau Jokowi & Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Sutiyoso, Ali Sadikin, atau bahkan gubernur perdana Soemarno Sosroatmodjo & Heng Ngantung
jutaan manusia yang menyemut di antaranya orang – orang yang telah melakukan ikrar sebagai relawan Anies Baswedan untuk mendukung bakal calon Presiden periode 2024-2029 pada Pilpres November 2024.
Kehebohan itupun diikuti oleh orang-orang kreatif memanfaatkan Digitalisasi melalui snackvideo atawa tiktok. Wong Djogdja berpakaian khas serupa dalang meneriakkan yel-yel Anies Presiden & salah seorang mengaku optimis walau Anies dibayang-bayangi ancaman kasus Formula E. ” Nda ada. Politis itu Mas,” kelitnya ketika disodori kemungkinan terburuk Anies dijerat pasal korupsi oleh ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Firli Bahuri.
Fenomena Anies, bagi akademisi Rocky Gerung, bukan karena Surya Paloh swlaku ketua umum Partai Nasional Demokrat yang perdana mendeklarasikan bakal calon Presiden 2024-2029. Menjawab bariernya konon ulah oligarki melalui kepanjangan tangannya para elit politik eksekutif, legislatif hingga yudikatif berupa president Threshold 20%. Partai Nasdem Dilengkapi Partai Demokrat & Keadilan Sejahtera (PKS), cukup PT 20% mendukung Anies Capres 2024.
“Justru yang pertama kali mendeklarasikan Anies sebagai bacapres itu KPK, dimana ketuanya pa’Firli Bahuri menyiapkan status tersangka Anies sebelum di-bacapreskan (ranah politik) oleh partai politik pasca Anies lengser keprabon dari Balaikota DKI Jakarta,” ujarnya dalam beberapa kesempatan dan tayangan FNN bersama wartawan senior Hersubeno Arief.
Sekilas tidak ada yang salah dalam analisa politik pengamat Rocky Gerung. Apalagi Sang Rocky memandangi dari sisi ephoria rakyat menilai kinerja dibarengi tayangan media sosial terkait perjalanan hidup Anies Baswedan. Sebuah Fenomena.
Fenomena Ani3s, bagi penulis, hanya merupakan catatan perseteruan kecerdasan yang menggusur kedunguan. Yah, bagaimana kemunculan Anies dengan ephoria rakyat mendamba pemimpin bijak berpihak kepada rakyat memupus perpecahan cebong-kampret.
Alhasil Fenomenaa Anies, diakui atau tidak, telah menggusur perpecahan rakyat usai Pemilihan han Presiden dengan stigma Cebong kepada pendukung Capres Jokowi dan Kampret bagi pendukung a Prabowo-Sandi Uno.. Hatta, Cebong-Kampr3t semakin cerdas memanfaatkan mwdia sosial untuk kampanye bersih.
Tetiba sebuah bus Mercedes Benz berlogo Partai Nasd3m dengan s33jumlah foto Anies Baswedan bertuliskan Anies for Presiden 2024 ikut melintas. “Bus ini kami hibahkan untuk pa’Anies kampanye keliling Jakarta, mendulang suara sebanyak-banyaknya, Karena suara kami sedikit di Kalimantan Selatan,” ujar ketua DPW Nasdem Kalsel, Martinus, usai menyerahterimakan bis berkapasitas lebih 60 kursi itu setiba di Jakarta bersama anggotanya Aliansi Nasional Indonesia Sejahtera (Anies) s-Kals3l, pekan ini.
Gentari Pelototi
SEmentara Habib Umar M. Al-Hamid selaku Ketum Grnerasi Cinta negeri (Gentari) menilai sosok Anies jangan hanya sekilas dipandang tetapi perlu juga dipelototi bagaimana Anies menjadikan dirinya dipercaya oleh rakyat bahkan dunia yang melihat kinerja semasa menjabat gubernur dan mengharumkan Indonesia melalui berbagai buah tangan.
“Jakarta ini kan miniatur Indonesia, dan Anies menerima banyak penghargaan (baca kepercayaan) mulai mengatasi situasi pandemi yang membuat anjlok banyak ekonomi global termasuk kapitalis sekelas Amerika,” ujar Habib Umar, pemilik Roemah Rakyat itu, kepada media, Rabu (19/10).
Sukses mendunia lainnya berupa pembangunan Jakarta Internasional Stadium (JIS) sekelas dunia sesuai persyaratan FIFA, juga terkoneksinya moda transportasi darat kereta api -bus – bandara terhubung antar kota antar propinsi.
Karena nya, Ketum Gentari mengajak masyarakat & elit untuk menghormati individu terbaika, yang berbuat untuk bangsa & negara. “Jika sudah dipercaya dorong mereka (individu terbaik dipercaya) untuk berkiprah secara nasional bahkan internasional,” tandas pemilik Roemah Rakyat di bilangan Tebet Timur , Jakarta Selatan itu.
Anies, dinilainya, sukses menyelamatkan warga Jakarta dari ikutan multi krisis Indonesia dan global melalui berbagai kebijakan yang memanusiakan manusia. Contohnya. Rumah susun Kampung Bahari aquarium, Jakarta Utara, yang menampung warga tergusur.
Harapannya kepada Anies untuk m3mbuktikan sekaligus mer alisasikan kepercayaan rakyat dalam program-program yang menyejahterakan dalam situasi apapun. “Tentu, ikhtiar itu wajib dibarengi terus bermunajat kepada Illahi Robbi, sang Khalik pemilik kehidupan, aamiin,” pesannya. (Wartawan Al-Faqir *)

Leave a Reply