Ungkap Sengkarut Proyek BTS 4G, Direktur PT. Nusantara Global Telematika Diperiksa

Belum Ada Dicegah ke Luar Negeri

JAKARTANEWS.ID -JAKARTA: Ungkap Sengkarut Proyek BTS 4G, Kejaksaan Agung memeriksa intensif Direktur PT.  Nusantara Global Telematika (NGT) FPS.

Namun hingga pemeriksaan usai belum seorang pun dicegah bepergian ke luar negeri.

FPS diperiksa perkara penyediaan infrastruktur Base Tansceiver Station (BTS) 4G dan infrastruktur pendukung paket 1 sampai 5 Bakti Kementerian Komunikasi dan Informatika (Keminfo), 2020 – 2022.

“Langkah tersebut untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan, ” kata Kapuspenkum Dr. Ketut Sumedana, Rabu (23/11)

Ketut tidak menjelaskan keterkaitan PT. NGT dalam proyek bernilai Rp28, 3 triliun tersebut.

Dari daftar perusahaan telekomunikasi yang sudah digeledah sejak akhir Oktober lalu, PT. NGT tidak termasuk satu diantaranya.

TIGA REKANAN

Sejak disidik beberapa waktu lalu baru tiga Pengurus Rekanan Bakti (Badan Aksebilitas  Telekomunikasi dan Informasi) Keminfo yang diperiksa.

Terakhir, Selasa (22/11) diperiksa Rony Dosonugroho (Direktur PT. Adyawinsa
Telecommunication & Electrical).

Kantor perusahaan ini telah digeledah dan disita sejumlah dokumen,  Senin (7/11).

Dua lainnya, Dirut PT. Sansaine Exindo Jemy Sutjiawan diperiksa, Senin (21/11) dan Dirut PT. ZTE Indonesia Richard Liang Weiqi, Kamis (17/11).

Kedua kantor perusahaan tersebut digeledah dan disita sejumlah dokumen, Senin (31/10) dan Senin (1/11).

Dengan demikian, tinggal Pengurus PT. Fiberhome Technologies Indonesia, PT. Aplikanusa Lintasarta, PT. Infrastruktur Bisnis Sejahtera,  PT. Moratelindo dan PT. Excelsia Mitraniaga Mandiri belum disentuh.

Kelima kantor perusahaan digeledah berbarengan denga PT. Sansaine Exindo dan PT. ZTE Indonesia.

DIREKTUR

Dalam upaya mengungkap mega skandal ini sejumlah direktur perusahaan telekomunukasi diperiksa.

Selasa (22/11), adalah IA (Direktur PT. Kedung Nusa Buana, setelah diperiksa pertama kali,  Kamis (10/11).

Ikut diperiksa,  Dirut PT. Media Telematika Jaya dan RA (Direktur Symmentry Contracting Indonesia.

Senin (21/11), giliran Direktur PT. Telnusa Intrakom  (TI) DB (diduga Djarot Bismantara, Red) dan DS (Direktur PT. Lindu Putra Utama).

Pada hari yang sama diperiksa Feriandi Mirza (Kadiv Lastmile) dan Backhaul, Yulis Widyo (Kadiv Perencanaan Strategis) dan SM ( Plt. Direktur Pengendalian Pos dan Informatika).

Sebelumnya, Rabu (16/11) Kadiv Hukum Bakti DA diperiksa pertama kali diperiksa Kamis (10/11) bersama
Kadiv Penggadaan dan Sistem Informasi, Direktorat Sumber Daya dan Administrasi GW.

Arifin Saleh Lubis selaku Karo Perencanaan Keminfo, Rabu (16/11).

Sehari sebelumnya, diperiksa Danny Januar (Direktur Layanan Telekomunikasi dan Informasi) dan Ahmad Juhari (Direktur Keuangan). (ahi)

Leave a Reply