Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home2/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26

Herman Khaeron Soroti Pergerakan Ekonomi Makro Saat Mudik Lebaran 2023

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Pemudik 2023 diprediksi jumlahnya 123,8 juta, ini naik 47 juta dari periode tahun lalu, sehingga memang kalau tahun 2020, 2021, dan 2022 masih imbas pandemi Covid-19 yang masih membatasi terhadap interaksi masyarakat.

Karenanya dengan kebebasan yang serasa sudah tidak ada pandemi lagi, maka hal ini akan menjadi antiklimaks dari situasi-situasi sebelumnya.

Demikian disampaikan Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron saat menjadi narasumber Diskusi Dialektika Demokrasi bertema “Menilik Kesiapan Pemerintah Hadapi Mudik Lebaran 2023” di Ruang Diskusi Media Center, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/4/2023).

Menurut Herman, mudik sangat erat kaitannya terhadap gerakan ekonomi di daerah dengan kemampuan dan daya beli masyarakat.

Politisi Partai Demokrat ini meyakini setiap hari besar, khususnya Idul Fitri akan terjadi pergerakan ekonomi yang luar biasa.

“Ada dua momentum yang memang itu menjadi pergerakan ekonomi, satu itu adalah lebaran yang setiap tahun akan terjadi. Yang kedua adalah momentum pemilu, karena pemilu yang belanjanya juga banyak, belanja barang dan modal bahkan belanja investasinya ada di situ. Nah ini yang menurut saya akan menjadi situasi yang menguntungkan bagi masyarakat di daerah tujuan,” ujar Herman.

Herman meyakini, mudik tahun ini akan mengakibatkan pergerakan ekonomi secara makro.

“Karena orang akan membelanjakan dengan tingkat kemampuan daya belinya dan biasanya sekali lagi saya ingin menegaskan di Lebaran pasti akan membelanjakan lebih,” jelas Herman.

Dengan catatan, lanjut Herman, kondisi pergerakan orang dan barang bisa dijamin secara lancar.

“Kalau tidak hati-hati, daya beli bisa menurun, karena biaya pergerakan semakin mahal dan kemudian daya belinya akan tertekan karena terjadinya inflasi,” ingat mantan Pimpinan Komisi II DPR RI ini.

Lebih lanjut, Herman berkesimpulan, Lebaran akan menjadi pergerakan ekonomi di daerah tujuan mudik, tetapi akan menurunkan tingkat perputaran di daerah asal mudik.

“Ya, misalkan Jakarta dari 10 juta, biasanya yang mudiknya kurang lebih 8 juta, pasti akan turun putaran ekonominya di Jakarta, tapi di daerah akan naik perekonomiannya dengan catatan seluruh pergerakan barang dan jasa yang bergerak pada saat yang sama bisa dijamin kelancarannya. Kalau tidak daya belinya semakin turun, inflasinya sudah pasti akan meningkat termasuk menjamin terhadap seluruh lintasan logistik,” pungkas Herman Khaeron. (Daniel)

Tinggalkan Balasan