Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home2/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26

BPN Depok Fokus Rampungkan Digitalisasi Pertanahan

JAKARTANEWS.ID – DEPOK: Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kantor Wilayah Kota Depok fokus untuk merampungkan proses digitalisasi data pertanahan. Ditargetkan, proses digitalisasi data pertanahan ini mendekati tuntas dalam setahun mendatang.

“Kita targetkan sekitar 90% terlebih dahulu untuk digitalisasi data pertanahan rampung hingga akhir tahun ini. Dan sisanya dilanjutkan secara bertahap,” ungkap Kepala Kantor Pertanahan (Kakantah) BPN Kota Depok, Indra Gunawan di Depok, Kamis (6/4).

Indra mengatakan, dari sekitar 650 ribu bidang tanah di wilayah Kota Depok sudah dalam bentuk sertipikat. Sedangkan sekitar 66% dari jumlah tersebut sudah tercatat secara digital sedangkan sisanya sekitar 34% lagi masih belum di-update ke data digital. “Kalau yang belum digital ini masih sekitar 150 ribu bidang, dan kita kejar hingga akhir tahun,” tuturnya.

Menurut Indra, dari sekitar 150 ribu bidang tanah yang belum digital ditargetkan sekitar 100 ribu dapat didata ke dalam sistem digitalisasi untuk tahap setahun mendatang. Sedangkan sisanya sekitar 50 ribu, akan dituntaskan segera setelahnya.

”Mudah-mudahan proses berjalan lancar, sesuai target,” ujarnya.

Ia menjelaskan, untuk wilayah Kota Depok banyak tantangan untuk pencatatan proses digital. Seperti misalnya, data dari pemilik tanah yang belum lengkap sehingga harus dikejar. Ada kendala juga tanahnya bermasalah atau bersengketa.

”Bisa saja, dalam warkat dan pancatatan tanah yang berada di lokasi yang berbeda dengan lokasi tanahnya. Ini menjadi persoalan,” tuturnya.

Demikian pula, tambah Indra, misalnya saja pemilik tanah berada di Jakarta tidak pernah menengok tanahnya di Depok sehingga ditempati warga. Warga ini, mengaku tanahnya sendiri lalu disertipikatnya karena merasa menguasainya.

“Terbit sertipikat ganda, sehingga menjadi persoalan. Ini yang membutuhkan waktu untuk digitalisasi,” tutupnya. (np)

Tinggalkan Balasan